.---TERUS BERJALAN, BIARKAN CAHAYA TERTUTUP AWAN, MENUTUPI ANGAN, DITENGAH IMPIAN, DALAM KEYAKINAN, MUNGKIN TERWUJUDKAN, KETIKA MENYATAKAN TINDAKAN.---.

Minggu, 01 Juli 2012

Skenario Di Hadapan Saya Sekarang


01 EXT. PERUM PERIMA, JALAN SEPI - SIANG

SESEORANG(Orang Gila) diam, duduk ditepi jalan, terlalu lama diam, tak melakukan apapun. Dengan tatapan matanya yang kosong dan rambutnya yang berantakan kita dapat tahu bahwa ia sedang mengalami depresi berat dalam hidupnya.

Dari kejauhan FRIKO yang sedang berjalan, dia berjalan dengan perasaan yang tidak karuan seakan ada sesuatu hal yang terjadi padanya. Wajahnya nampak cemas.

berhenti dan melihat ORANG GILA itu. LS (POV Friko) Dia kumal, memakai topi, banyak sobekan di bajunya, terus diam menundukan kepalanya. Friko terus menatap ingin melihat wajahnya.

SLS Orang Gila, MCU menunduk, MCU Friko penasaran ingin melihatnya, lalu tiba-tiba, CU Orang Gila mengangkat wajahnya. wajah Orang Gila itu terlihat nampak mirip dengan Friko.

CU Friko terkejut, takut, aneh dan semua perasaan membingungkan bergejolak di hatinya. BCU mata Orang Gila yang terus menatapnya. MCU Friko panik sambil meraba wajahnya. Seakan tidak percaya dengan yang dilihatnya. Friko berharap ini hanya mimpi, menampar wajahnya sendiri, berharap segera sadar. Keringat mengalir diwajahnya menambah suasana kepanikan.

Kamera Track forward MCU (POV KEVIN) di sebelah kiri Friko. BCU mata Orang Gila memberi isyarat kepada Friko untuk melihat kesebelah kiri. MCU Friko menolehkan wajahnya kesebelah kiri. (POV Friko) SESEORANG(Kevin) mengangkat senjata tajam dan mengarahkan ke lehernya. Keadaan menjadi gelap.

Fade Out :


02 INT. RUMAH, KAMAR FRIKO - SIANG

Fade in

BCU mata Friko membuka perlahan-lahan. Dia tidak tahu apa yang terjadi, nampak sangat bingung. Dia bangun dari tempat tidurnya. Dia memutuskan untuk mengambil air wudhu dan sholat Zhuhur. terlihat Friko sedang melaksanankan sholat zhuhur, KAMERA High Angel. Setelah solat selesai, Friko mengangkat tangannya untuk berdoa. SLS Friko mengangkat kedua tangannya untuk berdoa didalam hatinya.
V.O Friko :  ya Allah, kuatkanlah diriku ini dalam menghadapi segala cobaan yang kau berikan.Amin
CU Membasuh mukannya dengan kedua telapak tangannya. Keadaan menjadi gelap lagi.

Fade Out:

03 EXT. PERUM PERIMA, JALAN SEPI - SIANG

Fade in

CU Perlahan-lahan membuka kedua telapak tangan diwajahnya sehabis berdoa. Friko terkejut, dia berada lagi ditempat itu. KAMERA ELS. Tempat dimana ia bertemu dengan Orang Gila yang mirip dengannya. Tapi Friko lupa, yang terlintas di bayangannya adalah Seseorang(Kevin) yang menghajarnya dari belakang. terlihat wajahnya sangat panik.

LS Dan tiba-tiba Seseorang yang ada dibayangannya muncul dari kejauhan. MCU Friko melihatnya dan mencoba berpaling. Friko menengok kearah berlawanan, (POV Friko) Orang itu muncul lagi. (POV Friko) di segala sisinya Orang itu selalu muncul. MCU (dibelakang Friko) dan ketika ia menengok kebelakang, MS Orang itu tepat berada dibelakangnya.

Friko sangat terkejut. Ia pun langsung lari sekencang-kencangnya dengan perasaan sangat takut. sambil sesekali menoleh kebelakang. KAMERA (POV Kevin) mengikutinya dari belakang. MS Ketika Friko menoleh kebelakang, tiba-tiba Orang itu berada tepat didepannya.


04 EXT. PERUM PERIMA, LAPANGAN TENIS - SIANG

KAMERA MS didepan Friko. Dan latar pun berubah menjadi lapangan tenis. Wajah Friko sangat ketakutan, ia bingung dimana ia sekarang. Ia sangat panik, tidak bisa lari kemana-mana lagi, lapangan tenis itu di tutupi pagar besi yang tinggi. Berkali-kali Friko mencoba memanjatnya, badannya tak kuat, pagar itu terlalu tinggi.  Ia lelah, badannya gemetar, tak tahu harus melakukan apa.

LS (POV Friko) Sementara Orang itu berada di depannya semakin mendekatinya. Akhirnya Friko memutuskan untuk melawannya. Ia menguasai sedikit bela diri Kapuera. Di tendangan pertamanya Orang itu dapat menghindar dengan teknik bela diri yang sama. Mereka bertarung dengan bela diri Kapuera.

Dari luar lapangan KAMERA Track left. terlihat Friko seorang sendiri, tak ada lawan, tak terlihat Orang itu.

KAMERA kembali lagi kepertarungan itu. Track right menyamping di belakang Orang itu.

WIPE (tertutup Punggung)

05 INT. RUANGAN - SIANG

WIPE (Menyambung)

Track right, dibelakang kursi SESEORANG(BOS). MCU Friko duduk di depannya. Latar kembali berubah menjadi sebuah ruangan kantor, dimana ada seorang BOS di depan Friko duduk sekarang. Bos itu menyerahkan berkas dan Friko di minta untuk menandatanganinya. MS Friko menjadi sangat bingung dan sangat takut, dia tidak tahu dan tidak mengerti apa yang terjadi padanya. Wajah frustasi mulai nampak di wajahnya.

MCU Friko menantap Bos, MCU Bos itu memaksa Friko untuk segera menandataganinya. Friko melihat berkas itu. Di situ tertulis, “Surat Pernyataan Penjualan Rumah Beserta isinya”. Berulang kali Friko menatap Bos itu. Tidak ingin bertanya, tapi dia masih sangat bingung mengapa ia bisa tiba-tiba menjual rumahnya. MCU Bos memaksanya untuk cepat menandatanganinya. Keadaan semakin tidak karuan. Friko merasa sangat takut. CU dengan gemetar tangan Friko mengambil pulpen. MCU(POV Friko) Bos tertawa terbahak-bahak. SOUND EFFECT : tertawa terbahak-bahak. MCU Friko menandatanginya, Ketika Friko selesai menandatanganinya dan PAN up (POV Friko) melihat Bos itu berubah menjadi Orang tadi(Kevin).


06 EXT. TANAH KOSONG DI TUMBUHI ALANG-ALANG - SIANG

MCU sontak Friko sangat terkejut. wajahnya sangat takut. Latar berubah lagi menjadi Tanah kosong yang ditumbuhi Alang-alang. Kali ini Friko sangat bingung, takut, dan nampaknya sudah frustasi. Terlihat dari sikapnya yang seperti orang gila. Ia masih tidak menemukan jawaban tentang apa yang terjadi pada dirinya. Friko menekuk tubuhnya seperti orang yang sangat kedinginan. KAMERA perlahan menjauh lalu High Angel.

SLS Friko menekuk tubuhnya, Lalu dari samping seorang WANITA datang disisi Friko dan tersenyum. Dengan gemetar Friko menoleh kesamping, melihat kecantikan senyum Wanita itu Friko pun Ikut tersenyum.
DISSOLVE
dengan IRINGAN LAGU yang seolah mengatakan untuk jangan sedih menghadapi ini. Wanita itu terus berusaha membuat Friko tersenyum. Bermain-main bersama diantara pepohonan. Kecantikannya yang membuat tenang hati Friko.
DISSOLVE
Duduk berdua, Seolah-olah Wanita itu menyuruh Friko untuk tidur di pangkuannya. Friko pun terhanyut dalam ketenangan. CU Friko memejamkan mata dan perlahan menjatuhkan badannya kearah pangkuan Wanita itu.


07 INT. MASJID – SIANG

In Frame badan Friko jatuh ke lantai. Perlahan-lahan sadar. Membuka matanya. Dan latar kembali berubah. Ia sudah nampak sedikit tenang. CU Jam menunjukan masih waktu Ashar. Friko Sholat.

Disujud terakhir KAMERA pindah dibawah. Arah kepala Friko sujud. Ketika sujud, keadaan menjadi gelap kembali.

Fade Out :

08 EXT. PERUM PERIMA, LAPANGAN TENIS – SIANG

Fade in

KAMERA gelap. dan wajah Friko terangkat dari atas Kamera, sehingga kita tahu Friko berada dilatar yang berbeda.

CU kaki menendang punggung Friko yang sedang tersungkur tengkurap di tanah hingga Friko terlentang. Low Angel(POV Friko) terlihat samar wajah Orang(Kevin) yang tadi bertarung dengannya. Orang itu(Kevin) terus menendang Friko.

High Angel(POV Kevin) Terlihat Friko sudah tidak kuat lagi. CU Friko menahan sakit. (POV Friko) di mata friko, tiba-tiba bayangan Kevin berubah menjadi bayangan Wanita Cantik yang tersenyum pada Friko. CU Friko memejamkan mata. Keadaan menjadi gelap lagi.

Fade Out :

09 INT. RUMAH KEVIN, RUANGAN - SIANG

Fade In

Keadaan perlahan terlihat jelas. (POV Friko) Seseorang(Kevin) mendekat. CU wajah Friko perlahan membuka mata. (POV Friko) Orang itu(Kevin) semakin dekat dan semakin terlihat jelas. Sontak Friko terkejut melihat Orang itu, Orang yang tadi terus mengejarnya memukulinya.

Friko menjauh dari Orang itu dengan sangat takut, jalan buntu dia terjebak.

Friko : (bergetar ketakutan) Siapa lu? Ngapain lu terus ngejar-ngejar gua?
Kevin : Tenang, tenang ! (perlahan mendekatinya)
Friko : Siapa lu? (bergetar)
Kevin : Gue kevin, Tadi gue nolongin lu ditengah jalan (berusaha menjelaskan kepada Friko)

FLASHBACK : 09A. EXT. PERUM PERIMA, JALAN SEPI - SIANG

Dari kejauhan Kevin melihat seseorang sedang berdiri dan diam. Nampaknya dia membutuhkan bantuan. Dan Kevin mendekatinya, belum sempat Kevin bertanya lalu dia langsung pingsan. Dan Kevin pun membawanya kerumahnya.

Back to 09 :

Friko V.O : (Menyesali diri) rintihan hati Friko
Kevin : (menenangkan Friko) manusia dilahirkan untuk mati. diantara kedua itu, ada kehidupan yang harus lu jalani. Dan setiap yang berjalan, pasti pernah mengalami kebuntuan.
Friko : (nafasnya perlahan stabil menendakan hati yang mulai tenang). Tapi lu ga tahu..
Kevin : (Mengambil minum dan memberinya untuk friko)ngga ada jalan yang benar-benar buntu, yang ada cuma sudut pandang lu yang buntu.


10. EXT. PERUM PERIMA, JALAN SEPI - SIANG

Friko berjalan ditempat ia pingsan. Berdiri sejenak disana, melihat keadaan sekitar. Dia sadar semua hanya halusinasi ketakutannya akan cobaan hidup ini.

O.S Kevin : coba lu rubah sudut pandang lu itu. Lihatlah semua dengan tenang dan percaya. Dihadapan lu sekarang, itu yang nyata.

ELS high angel terlihat keadaan baik-baik saja.
CU wajah friko tersenyum. Dan suara hati Friko berkata
    
V.O Friko : Di Hadapan Saya Sekarang, itulah yang nyata.

END

Senin, 11 Juni 2012

Bioskop Mini Poetranesia 2012

Poetranesia Production 2012

Rizky Kurnia
Rifky Febriyanto
Sofyan Fadillah
Bagus Mias Putra
Lazuar Indra
Amalia Permahani
Hegi Setyawan & Doantika Subiakto
Angga Prasetyo
Deali & the project
Bizan Hendrovan



Ekky Julio Saputra




 Indie FILM

Saturday : http://www.youtube.com/watch?v=gM1bYLI8ydU&feature=g-upl

Perahu Hegi : http://www.youtube.com/watch?v=vEpq9lbvFYo&feature=g-upl

Teman Ku..? : http://www.youtube.com/watch?v=gQUF98GYQK0&feature=g-upl

Titik Dua : http://www.youtube.com/watch?v=AcvS5EOugDM&feature=youtu.be

Minggu, 10 Juni 2012

Teman Ku...?



a Film by Poetranesia Production 2011


Cast :
Ekky Julio Saputra
Amalia Permahani

Director & Sriptwriter :
Bagus Mias Putra

Editor :
Lazuar Indra

Cameraman :
Rizky Kurnia
Angga Prastyo

Supported by :
Circle on Space



Rabu, 06 Juni 2012

Naskah Saturday


Aktor : A
Aktris : B
Anak kecil (figuran 1) : C
Figuran : D,E,F,G,H,I dll

Extreme close up : boneka tergeletak jatuh ketanah, kemudian tampak langkah kaki mendekatinya.

Monolog
“Cinta itu….”

Fade In

01.   EXT. Lapangan, Tepi lapangan – SORE

Sekumpulan anak sedang bermain bola.
A berjalan di tepi lapangan.
Tidak sengaja bola bergelinding kearahnya.

D
(memanggil A)
“hei, ayo ikut main bola lagi !, besok hari minggu ini”

A
“BASI”
(acuh)

D
(menghampiri bola)
“aneh, kenapa lagi tuh anak”

02.   EXT. Tempat Favorit A – SORE

Sepi, hanya dia seorang diri disana. Dibawah pohon yang rindang, dia menulis banyak hal untuk menghapus kesepiannya. Menatap jam tangannya yang menunjukan pukul 15.00. resah, seperti menunggu sesuatu yang dia tahu tidak akan datang.

Fade Out :

BLACK SCREEN (Subtittle)

Fade In

03.   EXT. Tempat Favorit A – SORE

Hari sabtu sehabis pulang sekolah A langsung pergi ke tempat favoritnya itu, menghabiskan banyak waktu disana. Entah apa yang sedang ia lakukan.
C melewati jalan didepannya,


C
(menatap heran A)

A
(menatap balik C dengan tatapan tajam)

C
(lari ketakutan)

04.   EXT. Lapangan, Tepi lapangan – SORE

Sekumpulan anak sedang bermain bola. A berjalan di tepi lapangan itu, ia ingin menuju ke tempat favoritnya. Seseorang memanggilnya.

D
(loud)
“Hey, A. ikut main bola laahhh, cupu lu”

A
(acuh)

E
(mengejek)
“hah, dasar orang aneh”

05.   EXT. Tempat Favorit, - SORE

Seperti biasanya, ia duduk santai di bawah pohon dan membaca buku.
C melewati jalan itu lagi.
C
(menatap heran)

A
(balas menatap C)

C
(lari ketakutan)

06.   EXT. Sekolah, Koridor – SORE

Bel tanda pulang sudah dibunyikan, A berjalan dengan acuh melintasi koridor. Beberapa orang  wanita mengagumi ketampanannya. Tapi dia sangat acuh dan tak memperdulikan mereka.  Beberapa lainnya menyapa, namun tidak dibalas oleh A.

F,G,H
(memandang A,berbisik-bisik membicarakan A)

A
(Acuh)

I
(menyapa)

A
(menengok sedikit, menganggukan kepala sekali, dan berlalu)

07.   EXT. Tempat Favorit A – SORE

Dari kejauhan A melihat seseorang berada ditempat favoritnya. Lalu A menghampirinya.

A
(memandanginya)

B
(heran, sambil memainkan boneka tangannya)
“kenapa? Ada yang salah?”

A
(berpaling dan duduk dibawah pohon)

B
(heran memandanginya)

A
(angkuh)
“siapa lu?, lu ngapain di sini?”

B
(menghampiri A)
“kenalin namaku B, kamu?”
(mengangkat tangan dan tersenyum ke A)

A
(heran, menatapnya.)
“nama gue A”
(menjabat tangannya, tersenyum kecil dan menarik tangannya kembali)

B
“bolehkan kalau aku sering datang ketempat ini,”

A
(acuh, sambil membaca buku)

B
(berjalan pergi)
“Oiya, kamu manis juga kalau senyum”

A
(menatapnya close up)

Cut To :

08.   INT. Rumah, kamar  - Malam

Di depan cermin A tersenyum, ia melihat senyumnya. close up


Monolog : “cinta itu adalah anugrah terindah yang pernah ada disini, dibumi yang pernah gue anggap tak berarti.

Dissolve To :

09.   EXT. Sekolah, Koridor - SORE

Monolog : “Karena cinta mengajarkan sebuah senyuman, tersenyum untuk menenangkan hati,”

A
(bejalan dikoridor sekolah, menatap tersenyum ke F,G,H)

F,G,H
(bingung)


Cut To :

10.   EXT. Tempat favorit – SORE

A menggambarkan raut wajah F,G,H kepada si B . sambil memainkan boneka tangan itu.

Back To :

11.   EXT. Sekolah, Koridor - SORE

Monolog : “ tersenyum untuk menghargai,”

A
(tersenyum, menyapa I)

I
(tersenyum heran)

Cut To :



12.   EXT. Tempat favorit – SORE

menggambarkan raut wajah I kepada si B. sambil memainkan boneka tangan itu.

Back To :

13.   EXT. Sekolah, Koridor - SORE

Monolog : “ tersenyum untuk diri sendiri”.

A
(close up wajah A tersenyum)

14.   EXT. Lapangan Bola – SORE

Monolog : “dan cinta adalah kekuatan,”

A
(bergabung untuk bermain bola bersama D dan kawan2)


Cut To :

15.   EXT. Tempat favorit – SORE

A menceritakan permainannya kepada B.

Back To :

16.   EXT. Lapangan Bola – SORE

Monolog : “kekuatan untuk meyakinkan diri sendiri”

A
(menggocek lawan dan mencetak gol)

D
(tercengah melihat kehebatan A)

Cut To :

17.   EXT. Tempat favorit – SORE

A menggambarkan ekspresi wajah D saat dia menggoceknya kepada B

Monolog  “dan ia yang telah mengajarkan banyak tentang cinta”

A
(menatap wajah B yang ceria)

Close up dua boneka yang saling bersandar

18.   EXT. Tempat favorit – SORE

Di hari Sabtu yang lain, B tampak aneh saat itu. A dan B duduk berdua di bawah pohon . saling berdiam.
C kembali melewati jalan didepannya.

C
(berjalan pelan sambil menatap mereka berdua)

A
(tersenyum ke C)

C
(lari ketakutan)

A dan B
(menatap heran C dan tertawa)

B
(memulai pembicaraan)
“hari ini hari sabtu jam 3 sore”

A
“iya, kenapa?”

B
“ kita pertamakali bertemu di waktu itu, kita pasti akan bertemu lagi di waktu yang sama.”

A
(heran)
“maksudnya?”

B
(pergi meninggalan A)


Cut To : sound bridge

19.   EXT. Setasiun kereta – SORE

Kerata melintas cepat meninggalkan stasiun itu.

Back To :

20.   EXT. Tempat favorit – SORE

Dihari sabtu yang lain. A mendatangi tempat itu, namun B tidak hadir.
Kamera close up dua boneka yang masih saling bersandar

21.   EXT. Tempat favorit – SORE

A masih menunggu B datang dihari itu. di hari yang lain. Dan tetap seperti itu.

Montange sequence  (penantian A dari waktu ke waktu)

C melintasi jalan itu terus menerus, menatap A, namun A tidak membalas tatapannya.
Perlahan-lahan seiring berjalannya waktu dua boneka tangan itu saling menjauh..

Beberapa lama kemudian……

22.   EXT. Tempat favorit – SORE

Boneka tergeletak ditanah, A mengambilnya.

Melihat tempat favoritnya, seseorang berada disana, A menghampirinya.

A
(terharu)
“kamu,(B).. kemana saja kamu?”

B
(diam, dengan pandangan kosong)

A
(melambaikan tangan didepan wajah B)
“kamu, kenapa?”

B
(tear)

A
(menyenderkan kepala B kepundaknya)

Mereka duduk berdua dibawah pohon. memandangi langit sore itu. hari sabtu, di waktu yang telah lama mereka nanti.

C
(menatap dari kejauhan dan pergi)

ESTABLISHING








Minggu, 08 April 2012

Naskah Perahu Hegi





EXT. Tepi Sungai, DAY

Seseorang berada di tepi sungai, sungai yang adalah sebagian kenangannya, sungai yang mewakili masa indahnya, sungai yang kian menghitam karenanya, karena kita. A Memegangi selembar kertas. Kertas itu ialah soal dan jawaban ujiannya dengan nilai yang tidak diharapkannya. Membuangnya. Diam dengan tatapan kosong. Dan mengambil kertas itu lagi. Perlahan melipatnya dalam sebuah bentuk, menjadi bentuk perahu dalam imajinasinya.

A
(memandang jauh)
“Dunia, memang tidak seperti yang kau pikirkan. tetapi pikirkan apa yang telah kau lakukan untuk dunia.”
>< 
-Selembar kertas berbentuk perahu mengalir terombang-ambing seiring arus sungai yang kian menghitam. Keluar dari lorong jembatan.

terlihat dari atas jembatan A melintasi dengan motor.

Jalanan tanah penuh lubang, sedikit terhapus oleh pembangunan. A mengendarai motor melintasi tahap demi tahap pembangunan di sepanjang jalan itu.

A
(monolog)
“hari demi hari manusia selalu membangun dirinya, membangun kehidupannya, dan membangun kebanggaannya.”

-Perahu terus mengalir seiring arus sungai yang kian menghitam melintasi pondasi beton yang mengepung.

Fade out :

Fade In

INT. Rumah A,Ruang – Morning.

Menyorot Telivisi menyala. A mematikannya. Dan keluar rumah dengan seragam sekolahnya.


EXT. Jalan dan sekolah – Morning

-Perahu terus mengalir lambat di arus yang tersumbat.

Berjalan menuju sekolah. Berjalan dengan wajah lemas dan mengucak-ngucak mata menghapus kantuk.
A
(monolog)
“nama gue A. gue selalu ingin merubah dunia, tapi, gue selalu kecewa dengan perubahan.”

Wajahnya tiba-tiba Terkesima, Terlihat dari jauh wanita akan berpapasan dengannya. Momen indah, A mengambil botol farfumnya dan menyemprotkan berlebihan di seluruh badannya.

-Beriringan arus perahu. Tetesan sedikit minyak sangat nampak mencemari sungai.

A
(tatapan playboy, melambaikan jarinya)
“hai”

Wanita acuh tak mengurusinya, menutup hidungnya dari wangi yang sangat pekat. Berlalu.

Tiba disekolah, berlalu. Bel pulang telah dibunyikan. Suara riuh mengiringi keluarnya semua murid.


EXT. Tepi Jalan – Afternoon

-Perahu masih mengalir bersama arus sungai yang kian menghitam. Teduh, mengalir dibawah rintingan pohon di sepanjang sungai.
>< 
teduh di bawah rintingan pohon di sepanjang jalan, A berjalan santai di tepi jalan. Dengan menenggak minuman kaleng. Santai, menikmati teduhnya jalan itu di antara penat.
A
(berbicara pada diri sendiri)
“adem kayak gini baru enak”

Hingga minuman itu habis, dengan sengaja melempar botol itu kebelakang(membuang).

Botol itu mendarat ditumpukan sampah, tumpukan sampah di tepi sungai. Terus menggelinding kebawah, botol itu menyentuh air sungai yang kian menghitam.

-perahu mengalir bersama arus sungai melewati tumpukan itu.

-dari sudut perahu nampak kerusakan sungai yang terjadi. Sebatang pohon tumbang menghambat arus sungai.

Sebatang pohon tumbang jatuh kebawah tak jauh dari A, menoleh ke batang pohon yang tumbang, cahaya matahari tampak menyilaukan mata, tak terhalang bebatangan pohon yang telah tumbang.

-perahu berhasil melewati batang itu dengan setengah badan tenggelam. Terus berjalan

A terus berjalan melewati pabrik-pabrik yang mengeluarkan asap, menoleh. Berusaha mengerti tentang apa yang terjadi.

-dari pipa pembuangan mengeluarkan sisa pabrik ke sungai. Perahu melintasi dengan keadan badan nyaris tenggelam namun tetap bertahan mengikuti arus sungai.

Di sepanjang jalan A melewati banyak hal yang merusak lingkungan

-semakin rusak badan perahu yang terus terbawa arus. Hingga tenggelam di pintu air.

A tiba di tempat tujuan, di tepi sungai yang tenang. Melihat kebawah perahu kertas buatannya masih ada di sana. Dengan keadaan rusak. A mengambilnya perahu kertas itu.

Close up mata A, close up perahu - zoom in

FLASHBACK : (revese)
INT. Rumah A, Kamar – Morning

A terhenyak dari tidurnya, semua yang terjadi seperti mimpi. Memang mimpi. Kini A mengerti maksud dari mimpi tersebut.

Dia pun berjalan menuju sekolahnya. tidak menggunakan motornya. Wajahnya tiba-tiba Terkesima, Terlihat dari jauh wanita akan berpapasan dengannya. Momen indah. Percis seperti di mimpinya, A biasa saja.

Wanita itu pun tersenyum kepadanya, A tersenyum balik.

A
(monolog)
“gue mengerti sekarang, apa yang harus di lakukan untuk dunia ini.”

A

“di mulai dari hal sederhana, mencintainya.”

Mengambil minuman kaleng, menenggaknya. Dan membuangnya ke tempat sampah

A

“melindunginya. Buat ia tetap bernafas.”

Menarik nafas lembut, Menikmati rindang pepohonan di sekitarnya.

A
(close up)
“dan memilikinya.”










Senin, 13 Februari 2012

Tepuk Tangan Untuk Presiden


Pagi itu, Desa(nama) tampak cerah. Beberapa keluarga hidup seperti biasanya. Kesehariannya, terlihat anak-anak sekolah memulai paginya dengan ceria. Berjalan bersama menuju sekolah.

Sekolah tersebut berada di pusat kecamatan. Untuk sampai kesana, tak tega rasanya langkah kecil mereka memutar jalan lebih jauh lagi. Jarak dari rumah hingga sekolah sudah cukup menguras keringat. Namun lebih tak tega lagi melihat langkah kecil mereka melintasi satu-satunya jembatan penghubung yang sangat tidak layak disebut jembatan.

“Dahulu, jembatan itu dibangun oleh bapakmu dan bapak-bapak temanmu itu. Tanpa dibayar, bahkan menggunakan biaya dari patungan. Tanpa ada sedikitpun uang dari pemerintah. Tak usah takut jembatan itu dibuat dengan sungguh-sungguh, jadinya masih sangat kuat” Sahut seorang Ibu kepada anaknya (Ahmad).

Kemudian, Ahmad pamit dan bergabung bersama teman-temannya untuk pergi bersama ke sekolah.

“Hai mad, sudah berani kamu menyebrangi jembatan itu ?” Tanya Susi (temannya Ahmad)
“Aku, harus pergi ke sekolah. Aku sudah tertinggal pelajaran” jawab Ahmad

Semenjak jembatan tali itu setengah putus dan hanya menggantung di tali satunya. Ahmad tidak pergi kesekolah karena takut menyebranginya. Karena mendengar cerita ibunya, ahmad pun memberanikan diri melewati jembatan itu untuk pergi kesekolah.

Meraka mulai melewati jembatan itu satu-persatu. Dibawah, sungai mengalir sangat deras. Angin bertiup tidak bersahabat, sedikit menggoyahkan jembatan itu.

Dibaris belakang, Ahmad bergetar ketakutan. Tapi tidak dengan teman-temannya yang sudah terbiasa melewati jembatan itu untuk pergi kesekolah.

“tenang saja mad, kalau kau sekali berhasil melewatinya kau akan ketagihan untuk mencobanya lagi” rayu Ipang, sahabat Ahmad yang humoris.

Perlahan Ahmad memberanikan diri dan mereka pun berhasil melewatinya.

“bagaimana mad, asik kan? Lebih asik dari pada naik komedi putar di pasar malam mad” kata Ipang.

Waktu berlalu…
Mereka terutama Ahmad telah terbiasa melewati jembatan itu. Mereka pun semakin giat kesekolah. Karena merasa tertantang dan senang ketika berhasil melewati jembatan itu. Rasanya seperti lolos dari lubang neraka dibawah jembatan “sirothol mustqim”.

Sampai suatu ketika,
“sudahlah mad, tidak usah pergi sekolah hari ini. Cuaca mendung, sedikit lagi inign hujan.angin bertiup kencang dan jembatan itu pasti licin” seruh Ibu.

“Tapi bu, hari ini ada ulangan” jawab ahmad.

Waktu menunjukkan jam 6.40 sekolah dimulai 20 menit lagi. Untuk sampai kesekolah butuh waktu 30 menit. Karena lama untuk menyebrangi jembatan itu.

Ahmad memutuskan untuk tetap pergi kesekolah. Dengan tergesah- gesah  ahmad berjalan menuju sekolah.

Perkataan Ibu benar. Jembatan itu terlihat sangat licin dan angin berhembus sangat kencang. Sementara teman-teman yang lainnya memutuskan untuk tidak sekolah hari ini. Jembatan goyah, Ahmad terlalu tergesah –gesah. Membuatnya kehilangan keseimbangan. Dan kemudian tercebur kedalam sungai.

Untungnya Ahmad bisa berenang. Dia bukan satu-satunya korban, tapi ialah korban pertama dari  kerasnya jembatan kepada seorang anak kecil.

Dengan basah kuyub, Ahmad sampai kesebrang. Ia memutuskan untuk tetap pergi kesekolah. Dan sampai di sekolah, gurunya pun terkejut melihat Ahmad basah diseluruh badannya.

Perjuangan Ahmad membuat guru-guru dan kepala sekolah perihatin sekaligus tekjub. Dan berita ketakjuban tersebut tersebar dari mulu-kemulut, hingga menarik media massa untuk meliputnya.

Dan berita itu pun sampai ke Pak Presiden, sebagai seorang pemimpin ia merasa yang paling bertanggung jawab atas kesejahteraan rakyat. Presiden pun memutuskan untuk mengunjungi desa ini bersama Ibu Negara dan para Stafnya. Secara otomatis, kejadian ini mendapat perhatian besar dari media massa dan menjadi trend berita di televise.

Penduduk Desa tak percaya kalau seorang nomor 1 di negeri ini kan menginjungi desanya.

Pagi itu, warga berkumpul untuk menyambut kedatangan presiden, satu – persatu orang berebut ingin bersalaman dengan presiden.

Diliput para wartawan. Presiden  berpidato.
“ saya merasa sangat perihatin mendengar kejadian ini dan ketika melihatnya langsung saya merasa sangat harus bertanggung jawab dengan ini. Oleh karena itu, saya akan kembali membangun jembatan ini. Lebih bagus dari sebelumnya. Sehingga warga bisa dengan mudah melewatinya tanpa harus merasa takut atau khawatir lagi.”

Mendengar perkataan itu, serontak semua orang bertepuk tangan meriah dengan dihiasi senyuman penuh harap.

Demikian pidato singkat, yang menyedot banyak perhatian wartawan dan para kritikus di media massa.

“besok kita berangkat kesana, siapkan spanduk dan hubungi wartawan untuk meliput” seorang penjabat menelpon anak buahnya.

Keesokkan harinya, suasana desa masih sangat ramai karena hari ini para penjabat tinggi akan berkunjung.

Mencari perhatian media, mereka berkata, dan selalu berkata “saya sangat perihatin, maka  saya akan mengeluarkan uang saya sendiri untuk membantu membangun jembatan ini.” Berjalan diantara warga

Dan penjabat lainnya pun sama “ bukan hanya jembatan ini, desa ini akan saya bantu membangun infrastrukturnya” seolah bertaruh siapa yang paling hebat.

Dari jauh Ahmad dan teman-temannya melihat dan mendengar dengan senyuman penuh harap dari setiap perkataan orang-orang itu.

Hari itu, 1 tahun kemudian.

Keadaan tidak berubah. Ahmad kembali bersekolah seperti biasa bersama teman-temannya. Melewati jembatan. bukan jembatan yang di janjikan itu, tetapi masih tetap jembatan yang dibangun oleh bapak-bapak mereka sendiri.

Sambil tersenyum Ahmad berkata” jembatan ini sangat bersejarah kawan, kita harus melestarikannya dengan cara tetap melewatinya.” Menyemangati Ipang yang dulu memaksa ahmad melewati jembatan ini.

Lalu, kemanakah janji-janji itu. Ahmad tidak mengerti untuk apa mereka bertepuk tangan ketika itu. Dan mereka tidak peduli.

“END”

Inspired from jembatan indiana jones Lebak, Banten.

Sabtu, 04 Februari 2012

KEPOMPONG




        Persahabatan bagai kepompong. Ya, itu hanya sebuah lirik lagu karya musisi sindentosca. seperti kepompong yang melindungi metamorfosa ulat hingga menjadi kupu-kupu yang siap untuk mengepakkan sayap cantiknya. seperti perjalanan hidup manusia menuju ke kedewasaan, begitulah anatominya. Setiap orang pasti membutuhkan teman, karena manusia memang ditakdirkan sebagai makhluk social. Dalam perjalanannya, ada suatu masa dimana pandangan hidup manusia benar berubah. Tidak lagi tertidur dalam kelembutan tangan orang tua, berlagak berdiri kemudian duduk lagi, dari seorang pe-nangis yang berusaha mengerti untuk apa dirinya menangis, mengaku sanggup lalu tersungkur semalaman di dalam kamar, dan terus berlayar dalam impian di pikirannya.

Itulah masa Remaja. terkadang saya juga berpikir, untuk tidak rela meninggalkan masa kecil. Karena bagi saya,masa kecil itu masa yang paling menyenangkan. Dimana kita tidak perlu tahu seberapa besar kebohongan orang – orang hebat di luar sana, dan apa gunanya penegak yang mengaku menegakkan kebenaran.

Sekali lagi, hidup haruslah berjalan. Dimasa kelabilan ini, dimana beberapa masalah mengatakan selamat datang kepada kita, dan seolah-olah masalah itu mengancam dengan perkataan “kalau kau tidak kuat, katakan selamat tinggal pada hidupmu”. dan disinilah sisi seorang sahabat diperlukan, terkadang kita lupa bahwa bercerita lebih baik dari pada melamun. Teman bisa menunjukan jalan dan teman bisa menunjukan jurang, dan kebanyakan remaja mati konyol karena mereka tidak tahu arti berteman.

kita harus berteman kepada semua orang, tapi kita harus bersahabat dengan orang yang tepat. Orang yang tahu siapa kita dan kita tahu siapa dia, orang yang rela tertawa bersama kita dan tidak rela menangisi hidup ini. Setiap orang pasti punya kesedihannya, apakah ada yang menyuruh untuk meratapinya terus – menerus?. Yang ada hanyalah seorang sahabat yang mendengarkan kita,lalu membopong kita untuk berdiri kembali. Karena kesedihan adalah awal dari kehancuran, yang menjebak kita didalam imajinasi tentang ketidakadilan Tuhan, sehingga kita terjerumus dalam kekhawatiran. Dampaknya, narkoba, mabuk-mabukan, seks bebas, judi, dan kesenangan yang menenangkan sesaat.

Karena itulah, kenapa kita memerlukan seorang sahabat. Karena dimasa remaja ini, sahabatlah yang secara langsung melindungi kita lebih awal dari pada orang tua kita. Jadilah seorang yang benar untuk sahabatmu, dan carilah orang yang benar untuk menjadi sahabatmu. Karena manusia terkadang salah. saling melengkapi satu sama lain, Itulah kepompong yang akan melindungi kita dalam perjalanan metamorfosa menjadi dewasa yang hebat. Karena berhasil lolos dari peperangan melawan diri sendiri.