.---TERUS BERJALAN, BIARKAN CAHAYA TERTUTUP AWAN, MENUTUPI ANGAN, DITENGAH IMPIAN, DALAM KEYAKINAN, MUNGKIN TERWUJUDKAN, KETIKA MENYATAKAN TINDAKAN.---.

Kamis, 17 Oktober 2013

Skenario The Other


THE OTHER
     1.   EXT. HUTAN – SORE

Kamera mengambil gambar hutan secara extablish. JOE mengarahkan pistolnya ke arah IAN yang tak berdaya bersandar di pohon. Nampak rasa ragu, cemas, amarah yang tak terkendali dan gemetar dari ekspresi Joe. Ketika Joe hendak mengeksekusi, tiba-tiba terdengar suara.

HANI (O.S)
Kenapa kamu membunuhnya?

Joe menengok kesamping kirinya dengan tatapam yang tajam.

     2.   INT. SEBUAH RUANGAN – DAY

Cahaya masuk dari jendela. Seorang wanita, HANI dan Joe saling berdiri menghadap jendela melihat kearah luar. Jendela sumber cahaya itu ada dua, letaknya disisi yang sama jaraknya agak saling jauh dalam satu ruang tersebut. Hani terus menanyakan banyak hal pada Joe. Joe terlihat seperti tidak terjadi apa-apa.

HANI
(menatap tajam Joe)

JOE
(mebalikan wajah menghadap jendela, mengelak)
Tidak tahu.

HANI
Bagaimana bisa, tidak tahu?

JOE
Manusia tahu bahwa ia tidak tahu, dan manusia tidak tahu bahwa ia tahu

HANI (CONT’D)
(curiga)
Apa maksudmu?

     3.   INT. RUANG TV, RUMAH – NIGHT

Terdengar SUARA TV. Joe menonton TV duduk dikursi dengan terdiam. Tanpa suara. Pandangannya hanya menatap TV. Terlihat seperti orang melamun. Ada beban dalam pikirannya yang kita tidak ketahui.

     4.   EXT. HALAMAN, KAMPUS – MORNING

Kamera sebagai POV Joe- bergerak ke arah tangga. Kembali Kamera Objektif. Joe berjalan, tatapan mata nya tajam. Melihat sekitarnya. Matanya memakai sifat. Ia terlihat sebagai seseorang psikopat. Ia seorang perfeksionis yang selalu menilai buruk hal disekitarnya. Di langkah pertama menaiki tangga ke arah gedung. Terdapat beberapa lukisan tembok bergambarkan ambstrak. NARASI: dari dialog antara Joe dengan Hani berlanjut.

JOE (O.S)
Sungguh tidak adil, manusia dilahirkan dengan kepintaran, sekaligus ketotolan ketika mereka berpura-pura menjadi seorang manusia yang mengaku tahu?

CUT TO :

4.1  INT. SEBUAH RUANGAN – DAY

Hani menatap Joe dengan sinis. Ia nampak ekspresi menolak.

HANI
(menghadap jendela)
Tidak ada manusia yang sempurna

JOE(CONT’D)
(menengok ke Hani ,ekspresi tidak suka)
Hem. Kenapa?
BACK TO : Scene 4

4. EXT. HALAMAN, KAMPUS – MORNING

Di stage tangga yang pertama terdapat 3 orang laki-laki, sedang bersenang-senang, liar, tertawa. Masing-masing dengan rokoknya, tampak ke egoisan di wajah mereka. Terlihat setengah mabuk. Mereka berbicara tidak karuan. Ada botol plastik biasa berisi air yang berwarna seperti miras. Mereka memaksa salah satu dari mereka minum sampai habis dengan tertawa setengah mabuk. Memegang sembunyi sebuah bungkusan kecil yang diduga narkoba.

ORANG 1
(setengah mabuk)
Nih, broo. Obat untuk dapetin inspirasi.
(memaksa Orang 2 meminum)
Kalo kamu minum ini, stress bakal ilang, inspirasi kayak apa aja bakalan dateng.hahaha

ORANG 2
(Meminum dengan dengan teburu-buru)

ORANG 3
(merokok sambil ikut tertawa)
(tangannya memegang sebuah bungkusan kecil yang langsung iya masukkan ke dalam saku)

Joe yang memperhatikannya dengan tatapan benci, sambil terus berjalan perlahan menaiki tangga. NARASI: lanjutan dari dialog scene 4.1

JOE (O.S)
Kenapa manusia harus mengetahui bahwa manusia tidak sempurna?. Sehingga manusia terus saja merusak dirinya dengan semua ketololan yang mereka benarkan. Mereka tahu, tetapi mereka terlalu mendewakan ketololannya. Itulah yang membuat manusia nampak tidak sempurna.

Di stage tangga kedua. Ada Sepasang kekasih yang sedang ribut. Mereka terlihat sangat berselisih paham. WANITA terus menyalahkan IAN. Ian terlihat begitu emosi. Mereka tidak memperdulikan orang – orang di sekitarnya. Joe memperhatikannya dengan tatapan penuh kebencian.

WANITA
(marah, setengah menangis)
Kenapa kamu kayak gitu? Terus aja sibuk dengan urasan mu. Oh, atau mungkin kamu sedang banyak janji dengan cewe lain, iya?.

IAN
(emosi)
Terus, terus aja kamu nyalahin aku. Kamu selalu minta dimengerti. Kalo iya, emang kenapa? Ga suka? Ga seneng? OO. Lalu kamu ngapain? Lagi berduaan dengan gebetan baru kamu.
(membanting sesuatu)

WANITA
Dasar cowo bajingan ya kamu

IAN
Kalo aku bajingan, kamu apa? Ratu? Hah,

WANITA
(nangis, menampar Ian)

IAN
(kesal keinginan untuk membalas)

Joe yang memperhatikan dengan eksperi kebencian. Melihat Ian. Ian melihat Joe dengan perasaan yang masih emosi kemudian ia pergi. Joe melanjutkan perjalanan.

CUT TO :
   4.2  INT. SEBUAH RUANGAN – DAY

HANI
Hehm, kamu tidak membiarkan dirimu untuk mengerti.

JOE
(menatap Hani)

HANI
manusia yang belum mengerti dirinya, tidak mungkin bisa mengerti orang lain

JOE
(mengelak)
Omong kosong

BACK TO :

    
     5.   INT. LANTAI BAWAH, GEDUNG – MORNING

     Joe, masuk melalui pintu. Di ruang tersebut ada tangga. Ada kursi memanjang tempat menunggu atau bersantai. Disana ada 5orang yang duduk berjajar. Mereka sibuk dengan HP nya. Tidak ada yang saling menyapa. Mereka fokus memainkan HP di tangannya. Terus,yang ada adalah respon wajah mereka ketika memainkan HP. Joe hanya melihat dengan tatapan yang sinis. Lalu, naik ke atas melalui tangga.

     6.   INT. LANTAI 2, GEDUNG – MORNING

Tiba di lantai 2. Seseorang (IAN) tergeletak di lantai di bawah cahaya dari jendela. Wajahnya tidak menghadap ke Joe. Joe menghampiri. Ia membalikan wajahnya terlihat wajah Ian. Ekspresi Joe tercengang

Flashback:

6.1. INT. KAMAR, RUMAH – NIGHT
    
Hubungan seksual sesama jenis antara Joe dan Ian. Kamera tidak memperlihatkan detil. Hanya menjadi penanda bahwa mereka melakukan hubungan seks. Ekspresi Joe yang menolak namun ia tidak bisa melawan dan Ian terlihat seperti lelaki yang penuh amarah memaksa Joe.

Back To 6

Masih melihatkan ekspresi wajah Joe yang tercengang. Ada rasa takut dalam dirinya hanya saja ia tidak mengetahuinya. Dan Ian seperti membeku / mati. Kemudian Joe lari ketakutan naik kelantai  atas yang disebut sebuah ruangan.

     7.   INT. SEBUAH RUANGAN – DAY

Sampai disana ia mendekati jendela dengan rasa takut dan bingung. Nampak lelah. Seseorang (Hani) menghampiri menghadap jendela yang lain. Hani menanyakan banyak hal ke Joe. Lanjutan dari 4.2.

HANI
(senyum picik)
Bodoh, apa kamu sudah mengerti sekarang?


JOE
(cemas, takut)
Kenapa bisa bayangan itu muncul saat aku melihatnya? Apa yang terjadi disini?

HANI
Rasa benci dihatimu lah yang membuat semua ini terjadi

JOE
(menatap Hani)

     8.   INT. RUANG TV, RUMAH – NIGHT

SUAR TV. Joe menonton Tv. Terdiam. Tanpa suara. Terlihat sperti orang yang mempunyai masalah berat. Matanya sayup. Pikirannya hampa. Dibelakang Joe. In Frame Ian keluar dari kamar telanjang dada. Sedang memakai celanannya. Kemudian Ian out frame. Joe melihatnya dengan pandangan yang penuh kebencian.

     9.   INT. SEBUAH RUANGAN – DAY

HANI
Kebencian lah membuat manusia tidak sempurna

JOE
Kenapa? Apa yang salah dengan diriku?  
(ekspresif)

HANI
Hanya kamu yang mengerti dirimu

    10.  EXT. HALAMAN, KAMPUS – MORNING

Joe berjalan di stage tangga yang pertama. Terlihat 3 orang laki-laki yang diam duduk berjejer. Diam, mata mereka penuh kebencian. Mereka tidak melakukan apa-apa. Mata Joe tidak memperlihatkan kebencian lagi tetapi melihatkan keheranan dan kecemasan. Ketika Joe memperhatikan mereka. mereka hanya saling terdiam dengan tatapan yang kosong. Terlihat seperti mayat hidup. Kemudian mereka melihat Joe dengan tatapan yang tajam. Sinis.

Di stage tangga yang kedua, Wanita terlihat sedih karena kehilangan cintanya. Ia menangis, tidak terlalu nampak. Joe melihatnya dengan heran.

    11.  INT. LANTAI BAWAH, GEDUNG – MORNING

Disana 5 Orang yang saling berbincang satu sama lain. Mereka memegang HP ditangannya. Tetapi pandangan mereka tetap Hampa ketika saling berbicara, kaku. Joe hanya melihat dengan heran. Kemudian mereka menghentikan obrolannya dan melihat Joe dengan tatapan yang sinis. Joe sangat bingung, lalu Ia menaiki tangga.

    12.  INT. KELAS, GEDUNG – MORNING

Joe memasuki kelas. Duduk dikursi belakang di serong kanan depannya duduk Hani. Disekitarnya orang-orang dengan tatapa mata kosong mata mereka diberi sifat. Dosen sedang memberikan materi. Pandangan Joe terus mengarah ke Hani.

DOSEN
(membaca materi dalam laptop)
Aturan 180 derajat itu sangat penting dalam sebuah film. karena itu lah yang menjaga kontinuitas sebuah film, sehingga penonton tidak di bingungkan oleh pergerakan frame dan bisa memhami arah cerita. Karena itu aturan itu menjadi patokan dalam pengambilan gambar.

JOE
(protes, berdiri)
Maaf, pak. Bagaimana bisa aturan itu di jadikan patokan. Sedang kan film adalah sebuah bentuk karya seni. Seni itu adalah bentuk ekspresi jiwa yang bebas. Jika aturan itu di jadikan sebuah patokan, matilah para seniman.

DOSEN
(mennyilangkan tangan)

JOE
Lagi pula, penonton kita sudah sangat pandai. Bukan lagi penonton tahun 50 an saat usmar ismail masih harus mendikte penontonnya. Masih kah kita harus menyalin setiap kata dalam buku lama. Seperti yang bapak lakukan saat mengajar.

Joe tersenyum sinis ke dosen. Orang-orang di sekitarnya melihat Joe dengan sinis. Kemudian Joe mengarahkan pandangannya lagi ke Hani yang duduk tenang di depannya. Hani sempat melirik ke Joe dan tersenyum kecil. Joe tersenyum sembunyi ke Hani. Tiba-tiba Ian duduk di samping Hani memotong pandangan Joe. Ian Menggoda Hani CU memberikan sebuah KADO ke Hani. Joe duduk kembali, mulai melihat mereka dengan tatapan tajam. Dan saat Joe duduk, kamera memperlihatkan Hani duduk disamping kiri Joe.

HANI
Kenapa kamu begitu yakin dengan yang kau pikirkan.

JOE (CONT’D)
(kaget, menoleh kesamping)

    13.  INT. SEBUAH RUANGAN – DAY

JOE
(menatap Hani)

HANI
Kenapa kamu begitu yakin dengan yang kau pikirkan, sedangkan kamu Tahu bahwa sebenarnya kamu Tidak Tahu

JOE
(menoleh ke Hani, mendesak)
Sepertinya aku pernah melihat Kado itu, Apa yang kamu ketahui tentang diriku?

HANI
Tidak ada

JOE
Kenapa? Kenapa dia seperti mengancamku. Mengusikku. Apa yang terjadi disini

    14.  INT. RUANG TV, RUMAH – NIGHT

Joe mengambil Sebuah senjata, dari laci mejanya. Kemudian Ia memasukannya ke dalam ikat pinggang belakang. Dan pergi.

    15.  INT. LANTAI 2, GEDUNG – SIANG

di lantai 2, terlihat Ian berdiri bersandar tembok. Sambil menghisap rokoknya. Memandang tajam Joe. Tersenyum picik. Joe langsung mengarah ke Toilet.

    16.  INT. TOILET LANTAI 2, GEDUNG – SIANG

Joe memasuki toilet. CU tulisan Tolet laki-laki. Ia buang air kecil. kamera melihatnya dari belakang. Tiba-tiba terdengar suara dari dalam kamar mandi. Teriakan kecil wanita. Joe langsung menggedor pintunya.

JOE
(menggedor-gedor)
Woii.. siapa di dalem..buka!

Joe pun mendobraknya. Didalam terlihat Seorang Wanita yang putus cinta tadi. Tak berdaya. Joe berusaha membangunkannya. Dan ketika Ia mengambil tangannya. Tangan kanannya keluar darah bercucuran. Tiba-tiba ia berkeringat, gemetar, dadanya terasa sesak dan mual. Kemudian ia menjauhi Wanita itu kearah tempat pembersih tangan. Lalu, mual-mual di bawah keran itu sambil memegangi dadanya.

CUT TO:
16.1 INT. SEBUAH RUANGAN – DAY

JOE
Hematophobia, entah mengapa aku jadi takut ketika melihat darah.

HANI
Ada sesuatu yang terjadi pada dirimu yang membuatmu trauma.

JOE
Entahlah.

Back to 16

Joe masih mual-mual di toilet. Ia mencoba menghilangkan bekas darah di tangannya sambil mual. Kemudian ia mencuci mukanya. Kamera MCU Joe membasuh muka dan ketika tangannya turun mata Joe menjadi tatapan mata yang tajam, memakai sifat. Ia seperti menyimpan dendam. Kemudian Ia keluar.

    17.  INT. LANTAI 2, GEDUNG – SIANG

Ia dengan ekspresi penuh benci, mendekati Ian yang sedang berdiri bersandar di tembok sambil menghisap rokoknya. Ia langsung memukul Ian dengan penuh amarah. Terjadi perkelahian antara mereka. Ian pun kalah, Ian tak berdaya. Joe merogoh sakunya disitu ada Pecahan kaca yang ada darahnya. Kemudian Joe membuang pecahan kaca itu. Dan menarik Ian keluar dari gedung

EXT.
Di Luar gedung, kamera ELS menyoroti Joe menyeret Ian menuju arah Hutan di depan gedung.

HANI(O.S)
Bukan Wanita itu yang membuatmu membunuhnya.

    18.  INT. SEBUAH RUANGAN – DAY

HANI
Ada hal yang lain yang membuatmu berhasrat membunuhnya.

JOE
Lalu, Kenapa aku membunhnya?

HANI
Ada sesuatu yang lain yang kamu salah mengerti.

JOE
(tercengang)

Flash back :

18.1. KAMAR, RUMAH – NIGHT

Hubungan seksual sesama jenis antara Joe dan Ian. Kamera tidak memperlihatkan detil. Hanya menjadi penanda bahwa mereka melakukan hubungan seks. Ekspresi Joe yang menolak namun ia tidak bisa melawan dan Ian terlihat seperti lelaki yang penuh amarah memaksa Joe. Joe pun berteriak.

-    Lalu, Ia terbangun. Ternyata itu hanya mimpi. Ia beranjak dari tempat tidur. Menuju ruang Tv

18.2. INT. RUANG TV, RUMAH – NIGHT

Ia mnyalahkan Tv, setengah sadar. Pandangannya kosong. Ian keluar dari kamarnya. Ian adalah teman satu kos Joe. Ian berniat keluar rumah karenanya Ia mengganti bajunya.


     Back to 18
HANI
(tersenyum picik ke Joe)

JOE
Fuck!
(segera berlari)

JOE berlari mencari Ian ke hutan, Ia baru tersadar. Ia merasa masih bisa membatalkan pembuhannya Ian.

    19.  EXT. HUTAN – SORE

Joe berlari tergesah-gesah ia ingin membatalkan niat dirinya yang lain untuk membunuh Ian.

Sementara dirinya Joe yang lain, Meletakan Ian yang tak berdaya bersandar di pohon. Kemudian Joe mengeluarkan Senjatanya. Mengarahkannya pada Ian.

Joe masih mencari dimana dirinya yang satu lagi.

Dirinya Joe yang lain, melepaskan tembakan ke arah Ian. Darah pun keluar dari tubuh Ian.

Kamera langsung beralih ke Joe yang sedang kebingungan mencari. Terdengar SUARA tembakan. Joe mendekatinya. Dan menemukan Ian sudah mati dengan berlumuran darah. Hanya ada Joe disana. Ia menjadi berkeringat, gemetar, takut dan merasa bersalah. Ia pun mulai mual-mual. Kemudian Ia mencoba berlari sekuatnya. Menghindari rasa bersalahnya dan Ian. Ia terus berlari terseok-seok. Sangat takut, melihat sekitar, takut ada orang yang melihat.

Joe berlari. Kamera memperliahatkan sebatang pohon kecil yang patah berujung lancip menjulang dari tanah. Joe berlari megarah ke sana. Lalu, kakinya tersandung akar pohon dan Joe pun jatuh. MCU Batang itu menancap di tubuh Joe. Joe tersentak.

CUT TO:
    20.  INT. KAMAR, RUMAH – PAGI

Joe tersentak bangun dari tidurnya. Ternyata itu hanya mimpinya. Ia langsung mengangkat dirinya dan duduk di kasur ia melamun. Di meja depan Kasur ada foto Joe dengan Hani dan Kado yang sama seperti yang dilihat di mimpinya. Ia kemudian mengambilnya. Dan tersenyum hampa.

Flashback:

20.1. INT. GEDUNG – DAY
Joe memegang kado itu, berniat memberikannya ke Hani. Namun, ketika ia datang ke Hani. Hani tertangkap sedang berduaan mesra dengan Ian. Joe pun murung. Dan membatalkan niatnya.
     
Back To 20 :

Lalu, Ia beranjak. Mengambil kuas-cat melanjutkan lukisannya di tembok. Kamera mengambil jauh memperlihatkan Joe sedang melukis seorang wanita dengan membawa pisau dan tatapan yang tajam.

     THE END
 by Bagus Mias Putra


Coretan: Matahari Jam 5 Sore

Matahari jam 5

Ku buka telapak tanganku, ku rentang setiap jari-jari ini saling berjauhan. Kudorong tangan ini kedepan, ku taruh jari kelingking  tepat menutupi mentari yang menyilaukan pandangan, ku arahkan mata ini ke ibu jari yang telah menyentuh dataran berlubang. Jarum detik telah membawa temannya yang bernama jarum jam menunjuk angka 5, sore,  Lelah, hari ini sungguh aneh.

Aku mengerti, ku tutup kedua lubang telingaku dengan earphone yang terus menyanyikan lagu-lagu lama. Hari ini aku lelah, aku bosan dengan gambar-gambar ini, aku bosan pada ilusi ini, aku harus beristirahat, aku harus jujur, aku tidak bisa selalu bangga bisa mengatakan banyak hal dalam ribuan gambar, termasuk apa yang ada di kepala dan hati ini. Apa salahnya berjalan-jalan sejenak menikmati kota kusam yang semakin menjulang tinggi, yang mengalahkan sinar mentari, menyesakkan nafas pada ruang kosong untuk bergerak. Aku sulit bergerak di kota ini, aku ingin bergerak lebih cepat, merasakan hembusan angin dari celah-celah pohon yang masih tersisa. Tidak apa, berkendara sambil melihat-lihat keelokan orang-orang yang terus berteriak. Bergerak terus ke arah barat, aku tidak ingin melewatkan mentari terbenam diantara asap, bagiku itu terlihat menawan walaupun membuat sesak. Lagu-lagu ini membawaku ke arah lain, ini terdengar aneh, mengapa bisa pikiran ini kembali pada kebingungan masalalu. Mata ku terus melihat ke depan sesekali mencari dimana matahari.

Aku disini, entah mengapa bisa sampai sini, apakah ini jalan hidup yang telah aku pilih. Ada apa dengan kamera-kamera itu, ada apa dengan kertas-kertas yang ada di genggamanku. Aku ingin berteriak. Kenapa mereka masih tertawa. Aku akan berteriak “ACTION...!!”. Seketika aku terhempas jauh, jauh lebih dalam dari teori-teori yang telah aku pelajari. Aku mengerti, aku terlalu peduli dengan apa yang aku tidak ketahui. Dan, semua yang telah terjadi dalam hidupku, terjadi lagi didepanku. Semua ini seperti dejavu atau delusi atau apalah aku tak peduli. Ini nyata, ini adalah setiap detail-detail yang aku sesali saat dulu tidak sempat memahami. Kenapa baru sekarang aku paham, andai waktu bisa diulang kembali. Aku tersadar. Mereka mengeluh. Kenapa? Kalian telah mengganggu khayalanku. Mereka menjawab, apakah tidak terlalu sulit untuk melihat ke bawah, kami takut dengan ketinggian. Aku mengerti, aku mendapatkan jawabannya. Ya, aku tidak bisa mengulang waktu kembali. Tetapi, disini, di setiap gambar-gambar ini, aku bisa mengembalikan waktu, memutar kembali atau melaju lebih jauh. Kenapa? Ini fantasiku, aku berkuasa disini. Aku bisa memaafkan diriku. Lalu aku katakan pada mereka, aku menjamin tidak ada yang terluka, aku pernah merasa seperti ini, aku tahu bagaimana menyelesaikan ini dengan baik. Angin berhembus semakin kencang, aku begitu jauh dari tanah. Pantas saja matahari itu terlihat begitu indah, menenangkan jika tak ada yang menghalangi, sudah lama sekali aku merindukan ini.

Suara deruan mesin yang bising masuk ke telinga, mengganggu irama merdu ini. Lagu lama masih mengiringi perjalanan ini, tak tahu kemana, yang penting ke arah barat. Sial, bagaimana kita diam melihat bendera warna-warni melukai kota ini. Aku tahu kalian orang asing, aku juga orang asing. Tapi kota ini adalah teman lamaku, aku kenal walaupun tidak begitu akrab. Ya, selama aku hidup disini, sering kali aku harus kecewa dengan generasi tua yang lebih mementingkan jenggot dan kumis dari pada mendengar aku bicara. Tak apalah, mereka butuh uang untuk makan. Aku belum mengerti. Tetapi aku mengerti bagaimana bersalahnya orang-orang yang membuat kerusakan disini. Terlebih lagi orang asing yang berlangak dewasa tetapi lupa menyikat giginya. Aku tak peduli, senyum macam apa yang kalian pasang di setiap tembok, batang pohon di sekitarku ini. Jujur saja kalian terlihat begitu norak. Apa bedanya kalian dengan remaja alay yang suka menghumbar foto atau kata-kata bangsat di mana-mana. Aku rasa kalian belum dewasa. Dan untuk apa, orang yang belum dewasa menjadi pemimpin di negeri ini. Mau jadi apa? Belum menjadi saja sudah merusak. Negeri ini bukan taman kanak-kanak lagi. Aku tahu puluhan tahun lalu kita begitu bodoh, kita mati kelaparan di atas tumpukan padi hanya karena kita belum tahu kalau biji padi itu bisa dimakan. Tetapi itu sudah begitu jauh.

Aku berpikir, bergulat dalam pikiran ini, otak kanan dan otak kiri di dalam sebuah ring tinju saling memukul, teori dengan realita saling beradu suara, harapan dan kenyataan menjadi buram. Disini, aku ingin marah pada jarum detik. Jika diperhatikan dia bergerak begitu tenang, tetapi kenapa dia bisa mendadak menjadi pembunuh paling kejam. Kenapa?.  Dia terlihat begitu angkuh, bergerak konsisten, bergerak lambat nampaknya. Tetapi tetap saja aku kalah cepat dengannya. Aku yakin aku lebih cepat dari dia. Aku harus memperbaiki diri, matahari mulai turun perlahan, jam tanganku mulai berisik, nampaknya ada yang mencoba protes dengan perkataanku tadi. Sudahlah.

Aku hampir lupa kalau ini bulan ramadhan, pantas saja senja membuat banyak orang memenuhi jalan, mencari kesibukan, tertawa, atau hanya membasahi bibir dengan air ludah. Pinggangku terasa pegal, tetapi aku tak ingin beranjak dari kendaraan ini. Aku ingin menikmati setiap detail-detail kenangan.  Ku ganti musik dari mp3 di handphoneku. Nah, ini lagu yang tepat, sedikit bersemangat dan sedikit mendayu-dayu. Ku tengok kanan-kiri sembari menunggu kemacetan yang tak begitu mengherankan. Aku lupa aku tengah berjanji dengan seseorang.

Kertas ini hampir saja robek. Ku bolak-balik, ku lipat-lipat, dan ku corat-coret. Dimana? Aku yakin kemarin aku membuatnya. Sebuah cetatan kecilku, aku tak ingin mengecewakan. Akhir-akhir ini otakku ini sedikit konslet. Aku tak bisa fokus tanpa catatan itu. Aku tahu, aku bisa membuat sesuatu yang lebih tanpa catatan itu. Tetapi aku tidak percaya diri.

To be Continue....
by Bagus Mias Putra






Trailer "Wake Up"


Rabu, 16 Oktober 2013

Skenario MAAP

1.   INT. RUANGAN, RUMAH – SIANG

O.S PEMBAWA BERITA
Para Calon Gubernur dan calon wakil gubernur yang Telah terdaftar sebagai Cagub dan Cawagub Provinsi Jawa Tengah. Hari ini sudah mulai berkampanye menarik banyak dukungan dari masyarakat di berbagai kota di Jawa Tengah.

Kamera menyorot foto-foto dan buku-buku yang berantakan. Kemudian menyorot televisi, sang Pembawa Berita sedang menyampaikan beritanya. Pembawa Berita itu perempuan cantik.

PEMBAWA BERITA
(Lanjutan)
Mereka mulai mengumbar Janji-janji kepada masyarakat agar memilih mereka. sementara itu, masyarakat masih banyak yang belum mengetahui siapa saja calon pemimpin yang akan memimpin mereka.

2.   EXT. RUANG TERBUKA – DAY

Kamera mengikuti BACIM. Dia memakai kemeja dan dasi. Terlihat seperti seorang anggota dewan. Membawa berkas-berkas di tangannya. Berjalan menuju tempat acara. Sampai ditempat acara. Dia meletakkan berkas itu diatas mimbar dan seseorang di balik mimbar itu nampak. ICANG dengan jasnya kelihatan seperti seorang pemimpin memulai pidatonya.

ICANG
(bergaya seperti presiden dan persuasif)
Selamat pagi para hadirin sekalian, Salam Super!! Demi kemajuan bangsa yang kita cintai ini, saya berjanji untuk terus berjuang membangun bangsa ini, siang malam saya akan terus melek untuk anda semua. Saya akan memberantas kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan dan memberantas korupsi. saya lah yang akan menembak mati para koruptor di lapangan banteng.

Bacim yang disamping Icang mencoba mengajak bertepuk tangan.
Kamera menyorot ANAK-ANAK KECIL yang bengong menyaksikan pidato Icang. Nampak kebingungan di wajah mereka. Bacim masih berusaha mengajak mereka bertepuk tangan. Namun Anak-anak Kecil itu masih terdiam kebingungan. Akhirnya, Bacim mengambil ciki dan permen dan membagikannya kepada mereka satu-persatu. Dan mengajak mereka untuk bertepuk tangan. Anak-anak Kecil itu pun bertepuk tangan sambil memakan makanan yang Bacim kasih. Pidato pun berlanjut. Icang melanjutkan pidatonya

ICANG
(Wajah menatap ke langit dan ekspresif)
Saya yang akan memaksa pemuda indonesia untuk move on, Ga boleh ada lagi kegalauan. Biar lah hujan menghapus jejak yang lalu. Terlalu dini mengatakan merdeka sambil membusungkan dada. Sekarang kita disini bukan untuk mengenang sejarah kebangkitan, tapi kita lah yang akan menciptakan sejarah itu.
    
Icang melihat kedepan dan mendapati didepannya kosong, Anak-anak kecil itu telah pergi. Nampak kebingungan di wajah Icang. Tiba-tiba Seorang WANITA datang dengan pesonanya dari kejauhan. Icang terpesona. Wanita itu mirip dengan Pembawa Berita di televisi. Dia berjalan mendekati Icang dengan gaya seksinya. Icang tak bisa lepas melihatnya, pikiran kotor mulai merasuk dikepala Icang, terlihat dari lidahnya yang meler. Wanita itu semakin mendekat dan nampak ingin menggoda Icang. Tangan kiri Icang perlahan-lahan masuk kecelana, ia mulai meraba-raba. Bacim memukul-mukul bahu Icang menyadarkannya.

           BACIM
           (Memukul-mukul bahu Icang)
           Cang...Icang...cang...cang...
           SFX : suara ketukan pintu
    
3.   INT. RUANGAN, RUMAH – SIANG

Suara ketukan pintu dan teriakan Bacim memanggil Icang. Terlihat Icang tertidur depan Tv dengan tangan kirinya masuk kedalam celana. Tv masih menyala, Acara berita yang dibawakan oleh Pembawa Berita menyampaikan berita lain.

          O.S/ PEMBAWA PERITA
Anggota DPR RI berinisial A diduga kuat menonton film porno melalui smartphone saat Sidang Paripurna DPR RI sedang berlangsung di Gedung DPR RI, Jakarta. Anggota DPR ini tertangkap kamera wartawan sedang asyik nonton fim porno dari smartphone yang dibawanya.

Hal ini diketahui, saat salah seorang wartawan foto secara tak sengaja mengabadikan momen tersebut. A mengaku mendapatkan link porno dari email. Link itu langsung ditutup saat adegan panas itu muncul di tablet-nya. Atas tindakannya itu, ia langsung mengundurkan diri dari kursi DPR. Hal ini merupakan tindakan yang sangat tidak pantas bagi seorang Dewan. Rakyat pun memaksa pemerintah menindak tegas anggota DPR tersebut.

Diluar CU pintu masih diketuk oleh Bacim. Icang pun terbangun dan langsung mematikan Tv. Segera menuju kepintu.

4.   EXT. JALAN RAYA, LAMPU LALU LINTAS – SIANG
    
CU lampu lalu lintas berubah dari warna hijau ke merah. Bacim mengendarai motor, dan menerobosnya, nampak sedikit keraguan ketika ingin menerobos lampu merah. Bacim tiba di depan rumah Icang, turun dari motornya dan mengetuk pintu sambil memangil-manggil Icang. Icang membukakan pintu. Nampak kepanikan di wajah Bacim.

     BACIM
     (panik)
Cang, ayo cang cepet ikut gue, si Aman sama joy lagi itu... lagii...tuuu disana.. buru ayo cang... mereka butuh bantuan.

ICANG
(mencoba menenangkan)
Kenapa loe, slow..sloww.. duduk dulu, coba lu ceritain ke gue kenapa?

5.   INT./EXT. WARUNG MAKAN – SIANG

CU wajah Bacim dari belakang, Bacim duduk, dengan membawa makanan. Terlihat disamping Bacim ada Aman dan Joy sedang asik makan sambil mengobrol di warung makan. Mereka makan dengan sangat riuh. SUARA RADIO : Kembali lagi bersama kami di 92.1 FM, masih dalam nuansa KAMPANYE untuk pemilu Gubernur Jawa Tengah yang sebentar lagi, kira – Kira siapa ya pemimpin yang akan terpilih nanti. Siapapun pemimpinnya dari partai apapun yang akan terpilih nanti, kita harus tetap mendukung demi kemajuan kita bersama. Ya, untuk menyemangati siang hari ini. Sebuah lagu dari band Circle on space – Singa Terpuruk, ini cocok banget untuk anak-anak muda yang sedang galau. Langsung saja kita dengar bersama-sama. Mereka ikut bernyanyi Sambil memukul-mukul meja, makanan tiga orang PEREMAN di sampingnya bergetar sangat mengganggu. Nampak kekesalah yang ditahan diwajah tiga Pereman. Tidak bisa ditahan lagi emosi Preman melihat tingkah laku mereka

     PEREMAN 1
     woi berisik.. ga bisa diem apa lu!

     BACIM
     Kenapa emangnya?

     PEREMAN 1
     Wah.. punya nyawa banyak lu..

Bacim dan Pereman itu pun ke luar dari warung untuk melanjutkan pertikaian mereka. Aman dan Joy mengikuti di belakang bacim

     PEREMAN 1
     (mengeplak kepala Bacim)
     Ga usah banyak gaya lu

     BACIM
     (Tidak terima)
     Lu kira gue takut

     AMAN, DAN JOY
     (Ekpresi gelisah)

Pereman itu terlihat menyeramkan. Bacim tidak ragu lagi menonjok Pereman itu dengan sekuat tenaga. Spesial FX lengan panjang baju Bacim tergulung ke dalam saat menonjok Peremen itu. Pereman tidak merasa kesakitan sedikit pun. Bacim mulai panik. Sementara tiga Pereman itu siap melakukan pembalasan. Saat Bacim menoleh kebelakang Aman dan Joy sudah lari duluan. Bacim mencoba tenang. Dengan cepat di berlari kabur menyusul Aman dan Joy.

PEREMAN
(mengejar mereka)
 Wooii... jangan lari kalian...
    
6.   EXT. JALAN - JALAN KECIL, PERKAMPUNGAN – SIANG
    
Orang-Orang mengejar Bacim, Jon dan Bayu. Di persimpangan jalan, karena Bacim ketinggalan larinya, ia memutuskan untuk memisahkan diri dari yang lain. Dia mengambil motor di rumahnya. Dan pergi ke rumah Icang untuk meminta bantuan.



7.   INT. RUANGAN, RUMAH – SIANG
    
Bacim pun meminta bantuan Icang, setelah menjelaskan masalahnya. Icang pun ikut dengan Bacim pergi untuk membantu mereka.


8.   EXT. JALAN - JALAN KECIL, PERKAMPUNGAN – SIANG

jon dan Bayu masih di kejar oleh Tiga Pereman itu, mereka berlari melintasi jalan-jalan kecil dan gang-gang diperkampungan. Pereman 1 kelelahan, Pereman 2 dan 3 pun mendahului. Jon dan Bayu berlari sangat cepat. Pereman 2 mendapat rintangan, Pereman 3 mendapat rintangan. Sampai akhirnya, Jon dan Bayu terpojok di jalan buntu. Pereman 1 mengepung mereka. Pereman 2 dan 3 datang belakangan dengan keadaan yang berantakan.

           PEREMAN
           (Menampakan kekesalannya)
Haaa... mau kemana kalian,... udah lama banget gue ga suka sama tingkah kalian, udah gatel ini tangan. 
          
           Jon dan Bayu
           (kelelahan)
           Ampun bang... sorry bang...

Disaat Jon dan Bayu semakin terpojok. CU Icang yang datang tiba-tiba. Icang menggonceng Bacim menaiki motor muncul dari belakang Tiga Pereman itu seperti seorang super hero.

     ICANG
     (berlaga seperti super hero dan bernada keras)
     Wooyyy....

Tiga Pereman pun menoleh kebelakang, melihat Icang dan Bacim berlagak sok pahlawan mengendarai motor menerobos Pereman itu. Tepat di tengah2 Pereman, motornya mati. Mereka menurunkan kaki untuk mendorongnya. Dan memakirnya di antara Preman dan Teman2nya. Jadilah, empat Anak Alay yang terpojok oleh Tiga Pereman

ICANG
     (tampang belagu)
Haei.hei.heiiiii..... kalian ini ga usah banyak gaya. Mentang- mentang badan kalian gede. Kalian kira gue ga takut apa?         
    
     PEREMAN
     (semakin kesal dan emosi ingin segera menghajar mereka)
    
           BACIM
           (panik)
           Cang, lu yakin...

           ICANG
           (berbisik)
           Ngga...

Icang berjalan sangat meyakinkan melintasi Pereman itu mencari jalan keluar sambil menatap mereka. Pereman itu pun menatap mereka dengan kekesalan. Bacim, Jon dan Bayu mengikuti Icang.

Sekarang, Icang, Bacim, Jon dan Bayu bisa keluar dan langsung lari dengan sekencang-kencangnya. Pereman yang kecolongan mengejarnya lagi.
    
Dipersimpangan jalan Bacim bersembunyi, Pereman terus mengejar Icang, Jon dan Bayu. Bacim yang lolos kembali ke jalan buntu tadi untuk mengambil motornya.

9.   EXT. JALAN RAYA YANG BANYAK PEPOHONAN – SIANG
    
Akhirnya, mereka berhasil lolos dari kejaran Orang-orang itu. Mereka berada di sebuah jalan yang sangat teduh penuh dengan pepohonan. Di pohon-pohon itu tertempel banyak poster-poster wajah para calon Pemimpin dari  berbagai partai. Sangat mengganggu pemandangan. Icang sambil berjalan menyadari betapa tidak nyamannya keberadaan poster-poster itu. Sementara Jon dan Bayu hanya memperhatikan tapi tidak begitu peduli.

Bayu
(bertanya pada Jon)
Mana Bacim Jon.?

Jon
Hah?

Dari belakang Bacim datang dengan motornya. Mereka pun pulang ke kosan dengan berboncengan ber-empat.


10.  INT. RUANGAN, RUMAH – SIANG

Sesampainya dirumah Icang. Bacim mengonta- ganti Acara tv. Berhenti di channel BERITA. Lalu meninggalkannya dan ikut nimbrung dengan Jon yang sedang bermain FB.

PEMBAWA BERITA
O.S Pemirsa. Kerusakan lingkungan terjadi di mana-mana. Indonesia tercatat sebagai negara tercepat dalam perusakan lingkungan. kerusakan lingkunan di Tanah Air telah mencapai 40 hingga 50 persen dari luas wilayah yang ada. Kerusakan hutan telah mencapai kurang lebih 2 juta ha per tahun. Berarti setiap menitnya kita kehilangan hutan seluas 3 ha atau sama dengan enam kali luas lapangan bola. Kerenanya, Pemerintah telah mencanangkan program menanam 1 miliyar pohon per tahun. Program ini bukan hanya sekedar wacana. gerakan masyarakat sukarela atau pun komunitas pencinta alam akan bersama-sama membantu melaksanakan penyelamatan bumi ini. Diaharapkan program ini terus berlanjut di tahun-tahun yang akan datang.
Bayu memainkan gitar sambil merokok. Bacim dan jon asyik bermain, berfoto-foto gaya alay dan meng-uploadnya di facebook. Dan membicarakan cewek-cewek di facebook. Icang datang membawakan minuman. Icang menaruh gelas di bawah rokok bayu yang menyala dan menuangkan Air ke gelas yang diatasnya Rokok yang di pegang tangan kanan bayu. Abu rokok itu larut bersama air ke gelas minuman. Bayu tidak menyadari rokoknya padam.

ICANG
(menuangkan Air ke rokok Bayu)
Hey bro..bro... tadi lu liat kan foto-foto calon Gubernur yang di tempel di pohon. Itu ga asik bangat bro di liat.

           BAYU
(bayu bingung ketika menyadari rokoknya basah dan meminum Air di gelas yang telah tercampur Abunya)
     Wah.. jon

ICANG
          (sangat antusias dan berusaha menghasuut yang lain)
Kita harus melakukan sesuatu bro. ini demi bangsa kita. Masa kita diem aja ngeliat kayak begituan. Merusak pemandangan bro, ngga cool broo. ayolah, Ingat kita harus terus menjunjung motto kita bro..

JON
(Sambil fokus memainkan FB)
           Apa?

           ICANG
(nampak meyakinkan)
.....................

JON yang sedang facebook-an meng-Update status “.............” Tulisan Alay

                                                     CUT TO :

11.  EXT./INT. RUMAH, HALAMAN RUMAH – SIANG

Illustrasi musik mengiringi. Icang, Jon, Bacim, dan Bayu bergotong-royong membuat sesuatu yang belum penonton ketahui. Mereka mengambil Kayu dan Papan lalu di paku dan menulis tulisan di papan tersebut menggunakan cat. Setelah selesai, mereka Solat magrib berjamaah. mereka pun tidur.

     ICANG
     (menyuruh Bacim)
Udah lu  nginep di disini aja Cim, tuh kamar kosong. Besok baru kita mulai.

Esok hari pun menjelang. Kamera menyorot pintu – pintu kamar kos Jon, Bayu, Bacim. Ketiga pintu kamar itu pun terbuka bersamaan. Keluar Jon, Bayu, Bacim. Dengan menggukan pakaian yang serba ngejreng. Kelihatan tidak cocok dengan mereka. tapi itu lah gaya anak alay. Mereka kelihatan sangat siap untuk melakukan pekerjaan itu. Icang telah pun membuka pintu kamar kos di depan kamar mereka.

ICANG
(nampak seperti seorang pemimpin)
Kalian Siap?

Jon, Bayu, dan Bacim saling tatap-tapan meyakinkan satu sama lain. Menganggukkan kepalanya.

         
ICANG
          Go..

Sebelum pintu keluar terdapat cermin di dinding, satu-persatu mereka bercermin di dinding. Memperbaiki poni mereka atau bergaya merasa mereka sudah terlihat keren. Mereka pun mengambil alat-alat yang akan di gunakan. Satu-persatu keluar dari pintu rumah. Seperti prajurit yang ingin berperang.

12.  EXT. JALAN RAYA YANG BANYAK PEPOHONAN – PAGI

Dari kejauhan terlihat mereka berjalan berbaris. Dengan alat-alat yang di pegangnya. Dan ekspresi muka mereka yang terlihat bak pahlawan. Di depan mereka adalah pohon-pohon yang ditempeli poster-poster para calon Gubernur. Mereka mulai beraksi. Satu- persatu poster itu mereka cabut dari pohon. Tampak ekspresi kekesalan mereka sambil mencabut poster-poster itu. Poster itu pun dikumpulkan. Setelah selesai, mereka berbaris melihat lingkungan itu yang sudah nampak bersih.


Kemudian mereka bersama-sama menancapkan kayu yang sudah di tempeli papan dan di beri tulisan “mu’upz p0t0 k4l1an b1Kin p0HoN 5Us4H Nap4Sh” diabawahnya, tertempel foto mereka dengan gaya alay dan tertulis dibawahnya “Lam, Anx P’y 94ya CL4lu b3Rs4ma”

THE END
by Bagus Mias Putra

Rabu, 29 Mei 2013

Bioskop Mini 2013


Alhamdulillah ya. Tahun 2013 ini, kita bisa mengadakan lagi acara Bioskop Mini 2013. Sebuah acara yang di buat untuk ajang apresiasi dan distrubusi terhadap karya-karya film dari teman-teman kita. Di tahun kedua ini ada banyak hal yang menarik dalam acara ini. Kita menscreening film-film pendek yang berdurasi cukup lama, untuk standar film pendek. Kualitas film-film yang tayang juga mengalami kemajuan yang hebat daripada film-film yang tayang pada tahun sebelumnya. 

1. Silhouette (durasi: 50 menit) Sutradara Bagus Mias Putra
2. HeartBeat (durasi 24 menit) Sutradara Ekky Julio Saputra
3. Tinggal Kenangan (durasi 18 menit) Sutradara Andika Pratama
4. Empat Film (durasi 20 menit) Sutradara Reza

Hal yang paling membanggakan bagi kita adalah Film-film di tahun kedua kita berhasil menyatukan idealisme yang menjadi identitas Poetranesia Films. Semua ini berkat usaha kita selama ini terus membangun sebuah struktur perfilman indie di SMA 14 Bekasi yang dulu di pandang sebelah mata. dengan segala keterbatasan yang ada, kita mencoba untuk mendobraknya. dan hasilnya luar biasa. di acara ini kedua ini mendapatkan apresiasi besar dari teman-teman SMA 14 dan semua alumninya. sebuah dobrakan yang luar biasa daripada hanya menunggu di balik tembok keterbatasan. 

Insya Allah acara ini akan terus berlangsung di tahun-tahun yang akan datang. Sampai sekarang pun, hanya beberapa guru yang mau mengapresiasi kita. Namun itu udah sangat cukup. kita hanya berpikir, untuk apa menunggu para guru membukakan pintu. kita yang akan membuka pintu itu sendiri.

Segala kekurangan di acara ini memang masih menjadi tugas kami. Setiap waktunya kita akan selalu melakukan perbaikan dan mengoreksi kesalahan. tapi apresiasi dari kalian lah yang membuat ini tetap ada. dan semoga saja ini jadi pintu gerbang kita untuk memajukan sekolah kami dan perfilman Bekasi dengan segala potensi yang saat ini nampaknya masih tertidur.

di acara selanjutnya, kita mengajak Semua Alumni SMAN 14 BEKASI untuk membuat film fiksi pendek berkualitas baik. untuk bersama-sama kita screening di acara ini. demi menjalin lagi silaturahmi dan tertawa bersama lagi. sebuah karya mewakilkan diri kita.

salam Tulus, Santai dan Yakin