.---TERUS BERJALAN, BIARKAN CAHAYA TERTUTUP AWAN, MENUTUPI ANGAN, DITENGAH IMPIAN, DALAM KEYAKINAN, MUNGKIN TERWUJUDKAN, KETIKA MENYATAKAN TINDAKAN.---.

Senin, 13 Februari 2012

Tepuk Tangan Untuk Presiden


Pagi itu, Desa(nama) tampak cerah. Beberapa keluarga hidup seperti biasanya. Kesehariannya, terlihat anak-anak sekolah memulai paginya dengan ceria. Berjalan bersama menuju sekolah.

Sekolah tersebut berada di pusat kecamatan. Untuk sampai kesana, tak tega rasanya langkah kecil mereka memutar jalan lebih jauh lagi. Jarak dari rumah hingga sekolah sudah cukup menguras keringat. Namun lebih tak tega lagi melihat langkah kecil mereka melintasi satu-satunya jembatan penghubung yang sangat tidak layak disebut jembatan.

“Dahulu, jembatan itu dibangun oleh bapakmu dan bapak-bapak temanmu itu. Tanpa dibayar, bahkan menggunakan biaya dari patungan. Tanpa ada sedikitpun uang dari pemerintah. Tak usah takut jembatan itu dibuat dengan sungguh-sungguh, jadinya masih sangat kuat” Sahut seorang Ibu kepada anaknya (Ahmad).

Kemudian, Ahmad pamit dan bergabung bersama teman-temannya untuk pergi bersama ke sekolah.

“Hai mad, sudah berani kamu menyebrangi jembatan itu ?” Tanya Susi (temannya Ahmad)
“Aku, harus pergi ke sekolah. Aku sudah tertinggal pelajaran” jawab Ahmad

Semenjak jembatan tali itu setengah putus dan hanya menggantung di tali satunya. Ahmad tidak pergi kesekolah karena takut menyebranginya. Karena mendengar cerita ibunya, ahmad pun memberanikan diri melewati jembatan itu untuk pergi kesekolah.

Meraka mulai melewati jembatan itu satu-persatu. Dibawah, sungai mengalir sangat deras. Angin bertiup tidak bersahabat, sedikit menggoyahkan jembatan itu.

Dibaris belakang, Ahmad bergetar ketakutan. Tapi tidak dengan teman-temannya yang sudah terbiasa melewati jembatan itu untuk pergi kesekolah.

“tenang saja mad, kalau kau sekali berhasil melewatinya kau akan ketagihan untuk mencobanya lagi” rayu Ipang, sahabat Ahmad yang humoris.

Perlahan Ahmad memberanikan diri dan mereka pun berhasil melewatinya.

“bagaimana mad, asik kan? Lebih asik dari pada naik komedi putar di pasar malam mad” kata Ipang.

Waktu berlalu…
Mereka terutama Ahmad telah terbiasa melewati jembatan itu. Mereka pun semakin giat kesekolah. Karena merasa tertantang dan senang ketika berhasil melewati jembatan itu. Rasanya seperti lolos dari lubang neraka dibawah jembatan “sirothol mustqim”.

Sampai suatu ketika,
“sudahlah mad, tidak usah pergi sekolah hari ini. Cuaca mendung, sedikit lagi inign hujan.angin bertiup kencang dan jembatan itu pasti licin” seruh Ibu.

“Tapi bu, hari ini ada ulangan” jawab ahmad.

Waktu menunjukkan jam 6.40 sekolah dimulai 20 menit lagi. Untuk sampai kesekolah butuh waktu 30 menit. Karena lama untuk menyebrangi jembatan itu.

Ahmad memutuskan untuk tetap pergi kesekolah. Dengan tergesah- gesah  ahmad berjalan menuju sekolah.

Perkataan Ibu benar. Jembatan itu terlihat sangat licin dan angin berhembus sangat kencang. Sementara teman-teman yang lainnya memutuskan untuk tidak sekolah hari ini. Jembatan goyah, Ahmad terlalu tergesah –gesah. Membuatnya kehilangan keseimbangan. Dan kemudian tercebur kedalam sungai.

Untungnya Ahmad bisa berenang. Dia bukan satu-satunya korban, tapi ialah korban pertama dari  kerasnya jembatan kepada seorang anak kecil.

Dengan basah kuyub, Ahmad sampai kesebrang. Ia memutuskan untuk tetap pergi kesekolah. Dan sampai di sekolah, gurunya pun terkejut melihat Ahmad basah diseluruh badannya.

Perjuangan Ahmad membuat guru-guru dan kepala sekolah perihatin sekaligus tekjub. Dan berita ketakjuban tersebut tersebar dari mulu-kemulut, hingga menarik media massa untuk meliputnya.

Dan berita itu pun sampai ke Pak Presiden, sebagai seorang pemimpin ia merasa yang paling bertanggung jawab atas kesejahteraan rakyat. Presiden pun memutuskan untuk mengunjungi desa ini bersama Ibu Negara dan para Stafnya. Secara otomatis, kejadian ini mendapat perhatian besar dari media massa dan menjadi trend berita di televise.

Penduduk Desa tak percaya kalau seorang nomor 1 di negeri ini kan menginjungi desanya.

Pagi itu, warga berkumpul untuk menyambut kedatangan presiden, satu – persatu orang berebut ingin bersalaman dengan presiden.

Diliput para wartawan. Presiden  berpidato.
“ saya merasa sangat perihatin mendengar kejadian ini dan ketika melihatnya langsung saya merasa sangat harus bertanggung jawab dengan ini. Oleh karena itu, saya akan kembali membangun jembatan ini. Lebih bagus dari sebelumnya. Sehingga warga bisa dengan mudah melewatinya tanpa harus merasa takut atau khawatir lagi.”

Mendengar perkataan itu, serontak semua orang bertepuk tangan meriah dengan dihiasi senyuman penuh harap.

Demikian pidato singkat, yang menyedot banyak perhatian wartawan dan para kritikus di media massa.

“besok kita berangkat kesana, siapkan spanduk dan hubungi wartawan untuk meliput” seorang penjabat menelpon anak buahnya.

Keesokkan harinya, suasana desa masih sangat ramai karena hari ini para penjabat tinggi akan berkunjung.

Mencari perhatian media, mereka berkata, dan selalu berkata “saya sangat perihatin, maka  saya akan mengeluarkan uang saya sendiri untuk membantu membangun jembatan ini.” Berjalan diantara warga

Dan penjabat lainnya pun sama “ bukan hanya jembatan ini, desa ini akan saya bantu membangun infrastrukturnya” seolah bertaruh siapa yang paling hebat.

Dari jauh Ahmad dan teman-temannya melihat dan mendengar dengan senyuman penuh harap dari setiap perkataan orang-orang itu.

Hari itu, 1 tahun kemudian.

Keadaan tidak berubah. Ahmad kembali bersekolah seperti biasa bersama teman-temannya. Melewati jembatan. bukan jembatan yang di janjikan itu, tetapi masih tetap jembatan yang dibangun oleh bapak-bapak mereka sendiri.

Sambil tersenyum Ahmad berkata” jembatan ini sangat bersejarah kawan, kita harus melestarikannya dengan cara tetap melewatinya.” Menyemangati Ipang yang dulu memaksa ahmad melewati jembatan ini.

Lalu, kemanakah janji-janji itu. Ahmad tidak mengerti untuk apa mereka bertepuk tangan ketika itu. Dan mereka tidak peduli.

“END”

Inspired from jembatan indiana jones Lebak, Banten.

Sabtu, 04 Februari 2012

KEPOMPONG




        Persahabatan bagai kepompong. Ya, itu hanya sebuah lirik lagu karya musisi sindentosca. seperti kepompong yang melindungi metamorfosa ulat hingga menjadi kupu-kupu yang siap untuk mengepakkan sayap cantiknya. seperti perjalanan hidup manusia menuju ke kedewasaan, begitulah anatominya. Setiap orang pasti membutuhkan teman, karena manusia memang ditakdirkan sebagai makhluk social. Dalam perjalanannya, ada suatu masa dimana pandangan hidup manusia benar berubah. Tidak lagi tertidur dalam kelembutan tangan orang tua, berlagak berdiri kemudian duduk lagi, dari seorang pe-nangis yang berusaha mengerti untuk apa dirinya menangis, mengaku sanggup lalu tersungkur semalaman di dalam kamar, dan terus berlayar dalam impian di pikirannya.

Itulah masa Remaja. terkadang saya juga berpikir, untuk tidak rela meninggalkan masa kecil. Karena bagi saya,masa kecil itu masa yang paling menyenangkan. Dimana kita tidak perlu tahu seberapa besar kebohongan orang – orang hebat di luar sana, dan apa gunanya penegak yang mengaku menegakkan kebenaran.

Sekali lagi, hidup haruslah berjalan. Dimasa kelabilan ini, dimana beberapa masalah mengatakan selamat datang kepada kita, dan seolah-olah masalah itu mengancam dengan perkataan “kalau kau tidak kuat, katakan selamat tinggal pada hidupmu”. dan disinilah sisi seorang sahabat diperlukan, terkadang kita lupa bahwa bercerita lebih baik dari pada melamun. Teman bisa menunjukan jalan dan teman bisa menunjukan jurang, dan kebanyakan remaja mati konyol karena mereka tidak tahu arti berteman.

kita harus berteman kepada semua orang, tapi kita harus bersahabat dengan orang yang tepat. Orang yang tahu siapa kita dan kita tahu siapa dia, orang yang rela tertawa bersama kita dan tidak rela menangisi hidup ini. Setiap orang pasti punya kesedihannya, apakah ada yang menyuruh untuk meratapinya terus – menerus?. Yang ada hanyalah seorang sahabat yang mendengarkan kita,lalu membopong kita untuk berdiri kembali. Karena kesedihan adalah awal dari kehancuran, yang menjebak kita didalam imajinasi tentang ketidakadilan Tuhan, sehingga kita terjerumus dalam kekhawatiran. Dampaknya, narkoba, mabuk-mabukan, seks bebas, judi, dan kesenangan yang menenangkan sesaat.

Karena itulah, kenapa kita memerlukan seorang sahabat. Karena dimasa remaja ini, sahabatlah yang secara langsung melindungi kita lebih awal dari pada orang tua kita. Jadilah seorang yang benar untuk sahabatmu, dan carilah orang yang benar untuk menjadi sahabatmu. Karena manusia terkadang salah. saling melengkapi satu sama lain, Itulah kepompong yang akan melindungi kita dalam perjalanan metamorfosa menjadi dewasa yang hebat. Karena berhasil lolos dari peperangan melawan diri sendiri.  

Senin, 09 Januari 2012

My Stroy About Facebook Profile



Before, in January 2012.

Galam (galau malam),coba-coba nge-view profile facebook gue yang lama “Iyas Poetranesia”. Dia(profile facebook Iyas Poetranesia)  sejarah, realita, dilema, tawa, dan semua yang tidak bisa terucap. Pertama kalinya gue kenal facebook pertama kali juga gue baru tahu kalau internet itu bukan hanya google. awalnya biasa, terbawa suasana yang membuat gue selalu ingin membuka. Notification selalu kosong, karena hanya dua teman pada waktu itu. Merasa garing, gue putuskan untuk meng-add siapa saja yang photo profilenya terpampang dipojok beranda gue. Kecuali, guru-guru dan saudara-saudara gue. Karena gue ngga ingin orang penting dalam hidup gue tahu dengan apa yang gue alami. ya, bukankah facebook adalah mediator curhat, mediator kecemasan dan mediator keluhan, sehingga kita lupa dengan mediator sesungguhnya.

Berlalu, status pertama gue adalah lirik lagu mimpi yang sempurna by peterpan. No like, yang ada hanyalah hujatan kata LEBAY terpampang di media comment. Gue adalah orang yang kuper, gue ngga tahu apa arti dari kata lebay. Serius, didalam pikiran gue saat itu hanyalah pulang sekolah lalu bermain. Bermain mainan apa yang sekarang sudah di anggap NGGA JAMAN, di tengah sawah, di pinggiran sungai yang semakin menghitam yang sekarang orang bilang KAMPUNGAN. Mungkin mereka tidak mengerti arti bermain yang sesungguhnya.

Dimulai dari teman SMP yang menjadi teman gue di facebook, lebih-kurang 9 jam bertemu disekolah. Tetapi selalu ada hal yang bisa di bicarakan di facebook ini, kata-kata yang sama seolah bermakna jamak hingga selalu bisa membuat tertawa. Facebook memang hebat, dan gue pun akhirnya mendapatkan hape yang bisa online tanpa perlu pergi kewarnet setiap hari.

Tetap bisa bercerita, walau sudah lulus SMP. Dan kata-kata itu sekarang seolah menjelma menjadi sesuatu yang merindukan. Dan cerita pun terus berlanjut hingga sekarang. Awal masuk SMA hal pertama yang di Tanya ketika kenalan dengan kawan baru ada tiga. Pertama,Nama. Kedua, Nomer hape dan Ketiga, akun facebook. Itu tren baru yang menjadi biasa. Berbagai akun yang telah didapatkan gue search, hasilnya kebanyakan tidak meyakinkan. Klasik, photo profile ngga sama dengan wajah aslinya. Berbagai macam gaya ala artis dalam maupun luar kampung(Country) menjadi hal yang harus di tiru. Disitulah uniknya facebook. No problem, semua orang berhak berkreasi. Dan hal yang selalu gue utamakan adalah photo profile yang terlihat cantik. pikir gue, akan merasa keren kalau kebanyakan teman facebooknya orang cantik. bohong, kembali lagi ke masalah klasik itu. Kebanyakan juga gue baru tahu kalau photo profile orang cantik itu adalah photo artis ibu kota yang belum se-popular inul atau dewi persik pada saat itu.

Banyak teman sekolah yang gue kenal dari facebook. Bahkan teman sekelas. kenalan di facebook dan esoknya berkata “oh,elu yang namanya…..yang di facebook itu toh” berakhir cengengesan,  lambat-cepat itulah perkenalan jaman sekarang. Awal cinta gue si ngga di mulai di sini, tapi sebagian perjalanan itu ada disini. Mungkin operator kesal karena sudah jarang sekali orang sms semenjak ada facebook. Kebanyakan orang pacaran berpesan-pesan di tempat ini, ejek-mengejek di tempat ini, dan tagih-menagih hutang di tempat ini juga.

Tapi ada yang ngga gue ngerti dari sini. awalnya semua berjalan biasa, lama-kelamaan terbiasa, kemudian tertawa lalu mulai merasa ada rasa dan akhirnya selalu tidak biasa. Mungkin sia-sia, atau mungkin gue yang ngga mengerti. Rasanya seperti di pojokkan di alur cerita yang gue buat sendiri. Penyesalan, ngga, itu terlalu istimewa untuk jiwa yang tidak ingin berharap menjadi istimewa. Jauh di sana, berpalinglah semua. Keadaan memang nyata, mungkin gue yang terlalu lama hidup di dalam maya. Hingga gue tertinggal di dunia yang sebenarnya. dari sinilah gue terinspirasi untuk membuat film pendek  eksperimental (judulnya : “Temanku..?” ) tentang sisi negative facebook. Cerita didalam film itu adalah kisah yang harus di ceritakan dalam diam. sehingga mereka mendapatkan hasil jamak atas tafsiran mereka sendiri dari inti yang sebenarnya.   

Dunia memang kejam, akun facebook gue( Iyas Poetranesia ) di HACK. Dan serentak semua menjadi berbeda menjadi asing kembali. Mungkin satu, inilah cara Tuhan untuk menyadarkan gue kalau dunia nyata itu lah yang sebenarnya dan tidak perlu berharap banyak di dunia maya. Berpaling, bukan berarti melupakan semua. Mungkin itu yang salah di tafsirkan, percayalah gesture tidak akan merubah apa-apa dari diri kita yang sebenarnya.


Dan akun facebook gue yang baru(Bagus Mias Poetranesia), selalu ada cerita yang sama dalam hal yang berbeda. Beda,memang harusnya sudah berbeda. Karena ini saatnya semua terhenyak dari tidur panjangnya dan hanya terjaga untuk sesuatu yang berarti untuk masa depanya. And then, suatu saat nanti semua ini akan diingat dengan tertawa.

THIS ALL IS NOT OVER

Noname band - Aku dan Mimpiku



videoclip ngga jelas ini dibuat oleh gue dan temen-temen ketika masih SMP.ya, gue tau ini ngga pantes disebut videoclip dan musicnya sangat banyak faless dan berantakan. maklum aja, dulu kita ngga ada basic untuk nge-band hanya sekedar hobi saja.

Noname. kenapa nama bandnya noname?


nama itu deberikan oleh Hamash sang vokalis yang keturunan arab. alasanya agar mudah di ingat dan kelihatannya tulisan n.o.n.a.m.e juga gampang ditulis dan gampang untuk di hapus. : D


band ini berasal ketika kami masih SMP. sekolah kami yang notabennya sekolah Islam Terpadu, alat musik seperti gitar, piano, bass dan drum itu dianggap bit'ah. gue juga ngga ngerti kenapa, tapi kata kepala sekolah si gitu. sebenernya gue udah melakukan test dengan membawa gitar kesekolah ini, so pasti gitar gue hampir di buang atau dilempar dari lantai 4. untung ibu gue bestfriend sama kepsek di sekolah ini jadi aman gitar gue, berarti benar sekolah ini sangat melarang musik band. satu-satunya band yang diperbolehkan disini cuma MARAWIS, itu juga pada alat musik "markis" simbalnya ngga boleh di pakai (dicopot/dibuang). beneran ngga ngerti..


namun, sebagai generasi yang selalu bersemangat. semakin di larang malah semakin di kejar oleh keingin tahuan kita (jalur positif). sepakat, Hamash mengajak Deni seorang pemain tumbuk (marawis) nomer satu di sekolah ini, sudah pasti posisi dia sebagai pemain drum. lalu kemudian mereka berdua mengajak gue, gue pun langsung sikat tawaran itu buat seru-seruan aja. posisi gue adalah pemain gitar. kemudian baru menagajak  Rizki sebagai pemain piano, kebetulan dia punya studio musik dirumahnya (biasa..orkay).oke, langsung jalan. lagu pertama yang kita  nyanyiin adalah "mimpi yang sempurna" karyanya peterpan. dengan alasan liriknya gampang, kuncinya gampang dan peterpan idola gue. sukses kita ngebawain lagu itu, berantakan sedikit ngga apa-apalah. rasanya musik tanpa bass itu ngga asik ya. akhirnya besok kita cari satu orang untuk main bass. ketemulah Tomy, katanya sedikit-sedikit dia bisalah main bass. siplah kita juga bandnya sedikit-sedikit bisa main band.


terciptalah sebuah band. nama band kita lah yang pertama kali terpampang di papan penyewa sebuah studio band yang baru buka, sejamnya 20 ribu. karena lokasi studio band itu sangat dekat dengan sekolah, otomatis setiap hari sabtu sepulang dari extrakulikuler kita ngaband. ngga kira-kira, terlalu nafsu sampai stik patah, senar gitar putus. biasa itu mah terlalu bersemangat. karena sudah terlalu sering nge-band disitu, si pemilik studio nawarin rekaman. ya..kita nyadarlah lagu kita aja masih berantakan. "Aku dan Mimpiku" yang di ciptakan oleh hamash dan di arrasement oleh gue itulah lagu pertama band ini.

GARUDA hiasan

kelas 1 SMP, Puisi ini gue buat ketika gue lagi di rumah kakek gue(pulkam) di Blitar. saat gue berwisata ziarah ke makam "Bung Karno". disepanjang jalan menuju makam tersebut banyak kios-kios barang antik dan ngga sengaja disalah satu kios saat gue sedang milih barang untuk oleh-oleh tersempil patung hiasan dinding lambang negara kita (INDONESIA) yaitu burung garuda. dari situ gue bingung, gue maksa bokap buat beli tuh patung tapi bokap bilang untuk apa dirumah.  

Apakah lambang burung garuda sekarang udah jadi barang antik? galauuuuu......

GARUDA

Hijau telah memerah
Biru telah menghitam
Emas mulai memudar

Hanya sebagai hiasan dinding
Tanpa memahami artinya
Di tempel di atas dada
Tanpa mengerti tujuannya

Ingin bisa terbang tinggi
Dengan sayap emas nya sendiri
namun,
Orang - orang yang mengatasnamakannya
Tidak sepenuh hati berjuang untuknya

kasian garuda gue...padahal lambang itu adalah lambang kehormatan, kebanggaan dan kewajiban kita untuk "menerbangkannya". seperti yang para pahlawan perjuangkan dulu terhadap negeri ini.

"kita dilahirkan untuk terbang" kutipan film garuda di dadaku 2

Sabtu, 07 Januari 2012

IWAN FALS


1. “Berhentilah jangan salah gunakan, kehebatan ilmu pengetahuan untuk menghancurkan”.

(Puing – album Sarjana Muda 1981)

2. “Hei jangan ragu dan jangan malu, tunjukkan pada dunia bahwa sebenarnya kita mampu”.

(Bangunlah Putra-Putri Pertiwi – album Sarjana Muda 1981)

3. “Cepatlah besar matahariku, menangis yang keras janganlah ragu, hantamlah sombongnya dunia buah hatiku, doa kami dinadimu”.

(Galang Rambu Anarki – album Opini 1982)

4. “Jalan masih teramat jauh, mustahil berlabuh bila dayung tak terkayuh”.

(Maaf Cintaku - album Sugali 1984)

5. “Jangan kau paksakan untuk tetap terus berlari, bila luka di kaki belum terobati”.

(Berkacalah Jakarta - album Sugali 1984)

6. “Riak gelombang suatu rintangan, ingat itu pasti kan datang, karang tajam sepintas seram, usah gentar bersatu terjang”.

(Cik - album Sore Tugu Pancoran 1985)

7. “Aku tak sanggup berjanji, hanya mampu katakan aku cinta kau saat ini, entah esok hari, entah lusa nanti, entah”.

(Entah - album Ethiopia 1986)

8. “Mengapa bunga harus layu?, setelah kumbang dapatkan madu, mengapa kumbang harus ingkar?, setelah bunga tak lagi mekar”.

(Bunga-Bunga Kumbang-Kumbang - album Ethiopia 1986)

9. “Ternyata banyak hal yang tak selesai hanya dengan amarah”.

(Ya Ya Ya Oh Ya - album Aku Sayang Kamu 1986)

10. “Dalam hari selalu ada kemungkinan, dalam hari pasti ada kesempatan”.

(Selamat Tinggal Malam - album Aku Sayang Kamu 1986)

--------------------------------------------------------

11. “Kota adalah hutan belantara akal kuat dan berakar, menjurai didepan mata siap menjerat leher kita”.

(Kota - album Aku Sayang Kamu 1986)

12. “Jangan kita berpangku tangan, teruskan hasil perjuangan dengan jalan apa saja yang pasti kita temukan”.

(Lancar - album Lancar 1987)

13. “Jangan ragu jangan takut karang menghadang, bicaralah yang lantang jangan hanya diam”.

(Surat Buat Wakil Rakyat - album Wakil Rakyat 1987)

14. “Kau anak harapanku yang lahir di zaman gersang, segala sesuatu ada harga karena uang”.

(Nak - album 1910 1988)

15. “Sampai kapan mimpi mimpi itu kita beli?, sampai nanti sampai habis terjual harga diri”.

(Mimpi Yang Terbeli - album 1910 1988)

16. “Seperti udara kasih yang engkau berikan, tak mampu ku membalas, Ibu”.

(Ibu - album 1910 1988)

17. “Memang usia kita muda namun cinta soal hati, biar mereka bicara telinga kita terkunci”.

(Buku Ini Aku Pinjam - album 1910 1988)

18. “Dendam ada dimana mana di jantungku, di jantungmu, di jantung hari-hari”.

(Ada Lagi Yang Mati - album 1910 1988)

19. “Hangatkan tubuh di cerah pagi pada matahari, keringkan hati yang penuh tangis walau hanya sesaat”.

(Perempuan Malam - album Mata Dewa 1989)

20. “Kucoba berkaca pada jejak yang ada, ternyata aku sudah tertinggal, bahkan jauh tertinggal”.

(Nona - album Mata Dewa 1989)

--------------------------------------------------------

21. “Oh ya! ya nasib, nasibmu jelas bukan nasibku, oh ya! ya takdir, takdirmu jelas bukan takdirku”.

(Oh Ya! - album Swami 1989)

22. “Wahai kawan hei kawan, bangunlah dari tidurmu, masih ada waktu untuk kita berbuat, luka di bumi ini milik bersama, buanglah mimpi-mimpi”.

(Eseks eseks udug udug (Nyanyian Ujung Gang) - album Swami 1989)

23. “Api revolusi, haruskah padam digantikan figur yang tak pasti?”.

(Condet - album Swami 1989)

24. “Kalau cinta sudah di buang, jangan harap keadilan akan datang”.

(Bongkar - album Swami 1989)

25. “Kesedihan hanya tontonan, bagi mereka yang diperkuda jabatan”.

(Bongkar - album Swami 1989)

26. “Orang tua pandanglah kami sebagai manusia, kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta”.

(Bongkar - album Swami 1989)

27. “Satu luka perasaan, maki puji dan hinaan, tidak merubah sang jagoan menjadi makhluk picisan”.

(Rajawali - album Kantata Takwa 1990)

28. “Kesadaran adalah matahari, kesabaran adalah bumi, keberanian menjadi cakrawala, dan perjuangan adalah pelaksanaan kata kata”.

(Paman Doblang - album Kantata Takwa 1990)

29. “Mereka yang pernah kalah, belum tentu menyerah”.

(Orang-Orang Kalah - album Kantata Takwa 1990)

30. “Aku rasa hidup tanpa jiwa, orang yang miskin ataupun kaya sama ganasnya terhadap harta”.

(Nocturno - album Kantata Takwa 1990)

--------------------------------------------------------

31. “Orang orang harus dibangunkan, kenyataan harus dikabarkan, aku bernyanyi menjadi saksi”.

(Kesaksian - album Kantata Takwa 1990)

32. “Ingatlah Allah yang menciptakan, Allah tempatku berpegang dan bertawakal, Allah maha tinggi dan maha esa, Allah maha lembut”.

(Kantata Takwa - album Kantata Takwa 1990)

33. “Kebimbangan lahirkan gelisah, jiwa gelisah bagai halilintar”.

(Gelisah - album Kantata Takwa 1990)

34. “Bagaimanapun aku harus kembali, walau berat aku rasa kau mengerti”.

(Air Mata - album Kantata Takwa 1990)

35. “Alam semesta menerima perlakuan sia sia, diracun jalan napasnya diperkosa kesuburannya”.

(Untuk Bram - album Cikal 1991)

36. “Duhai langit, duhai bumi, duhai alam raya, kuserahkan ragaku padamu, duhai ada, duhai tiada, duhai cinta, ku percaya”.

(Pulang Kerja - album Cikal 1991)

37. “Dimana kehidupan disitulah jawaban”.

(Alam Malam - album Cikal 1991)

38. “Ada dan tak ada nyatanya ada”.

(Ada - album Cikal 1991)

39. “Aku sering ditikam cinta, pernah dilemparkan badai, tapi aku tetap berdiri”.

(Nyanyian Jiwa - album Swami Il 1991)

40. “Aku mau jujur jujur saja, bicara apa adanya, aku tak mau mengingkari hati nurani”.

(Hio - album Swami Il 1991)

--------------------------------------------------------

41. “Bibirku bergerak tetap nyanyikan cinta walau aku tahu tak terdengar, jariku menari tetap tak akan berhenti sampai wajah tak murung lagi”.

(Di Mata Air Tidak Ada Air Mata - album Belum Ada Judul 1992)

42. “Mengapa besar selalu menang?, bebas berbuat sewenang wenang, mengapa kecil selalu tersingkir?, harus mengalah dan menyingkir”.

(Besar Dan Kecil - album Belum Ada Judul 1992)

43. “Angin pagi dan nyanyian sekelompok anak muda mengusik ingatanku, aku ingat mimpiku, aku ingat harapan yang semakin hari semakin panjang tak berujung”.

(Aku Disini - album Belum Ada Judul 1992)

44. “Jalani hidup, tenang tenang tenanglah seperti karang”.

(Lagu Satu - album Hijau 1992)

45. “Sebentar lagi kita akan menjual air mata kita sendiri, karena air mata kita adalah air kehidupan”.

(Lagu Dua - album Hijau 1992)

46. “Kita harus mulai bekerja, persoalan begitu menantang, satu niat satulah darah kita, kamu adalah kamu aku adalah aku”.

(Lagu Tiga - album Hijau 1992)

47. “Kenapa kebenaran tak lagi dicari?, sudah tak pentingkah bagi manusia?”

(Lagu Empat- album Hijau 1992)

48. “Kenapa banyak orang ingin menang?, apakah itu hasil akhir kehidupan?”.

(Lagu Empat- album Hijau 1992)

49. “Anjingku menggonggong protes pada situasi, hatiku melolong protes pada kamu”.

(Lagu Lima - album Hijau 1992)

50. “Biar keadilan sulit terpenuhi, biar kedamaian sulit terpenuhi, kami berdiri menjaga dirimu”.

(Karena Kau Bunda Kami - album Dalbo 1993)
51. “Apa jadinya jika mulut dilarang bicara?, apa jadinya jika mata dilarang melihat?, apa jadinya jika telinga dilarang mendengar?, jadilah robot tanpa nyawa yang hanya mengabdi pada perintah”.

(Hura Hura Huru Hara - album Dalbo 1993)

52. “Tertawa itu sehat, menipu itu jahat”.

(Hua Ha Ha - album Dalbo 1993)

53. “Nyanyian duka nyanyian suka, tarian duka tarian suka, apakah ada bedanya?”

(Terminal – single 1994)

54. “Waktu terus bergulir, kita akan pergi dan ditinggal pergi”.

(Satu Satu – album Orang Gila 1994)

55. “Pelan-pelan sayang kalau mulai bosan, jangan marah-marah nanti cepat mati, santai sajalah”.

(Menunggu Ditimbang Malah Muntah – album Orang Gila 1994)

56. “Mau insaf susah, desa sudah menjadi kota”.

(Menunggu Ditimbang Malah Muntah – album Orang Gila 1994)

57. “Pertemuan dan perpisahan, dimana awal akhirnya?, dimana bedanya?”.

(Doa Dalam Sunyi – album Orang Gila 1994)

58. “Jika kata tak lagi bermakna, lebih baik diam saja”.

(Awang Awang – album Orang Gila 1994)

59. “Bagaimana bisa mengerti?, sedang kita belum berpikir, bagaimana bisa dianggap diam?, sedang kita belum bicara”.

(Awang Awang – album Orang Gila 1994)

60. “Aku bukan seperti nyamuk yang menghisap darahmu, aku manusia yang berbuat sesuai aturan dan keinginan”.

(Nasib Nyamuk – album Anak Wayang 1994)

--------------------------------------------------------

61. “Oh susahnya hidup, urusan hati belum selesai, rumah tetangga digusur raksasa, pengusaha zaman merdeka”.

(Oh – single 1995)

62. “Aku disampingmu begitu pasti, yang tak kumengerti masih saja terasa sepi”.

(Mata Hati – album Mata Hati 1995)

63. “Sang jari menari jangan berhenti, kupasrahkan diriku digenggaman-Mu”.

(Lagu Pemanjat – album Lagu Pemanjat 1996)

64. “Lepaslah belenggu ragu yang membelit hati, melangkah dengan pasti menuju gerbang baru”.

(Songsonglah – album Kantata Samsara 1998)

65. “Berani konsekuen pertanda jantan”.

(Nyanyian Preman – album Kantata Samsara 1998)

66. “Dengarlah suara bening dalam hatimu, biarlah nuranimu berbicara”.

(Langgam Lawu – album Kantata Samsara 1998)

67. “Matinya seorang penyaksi bukan matinya kesaksian”.

(Lagu Buat Penyaksi – album Kantata Samsara 1998)

68. “Bertahan hidup harus bisa bersikap lembut, walau hati panas bahkan terbakar sekalipun”.

(Di Ujung Abad - album Suara Hati 2002)

69. “Jangan goyah percayalah teman perang itu melawan diri sendiri, selamat datang kemerdekaan kalau kita mampu menahan diri”.

(Dendam Damai - album Suara Hati 2002)

70. “Berdoalah sambil berusaha, agar hidup jadi tak sia-sia”.

(Doa - album Suara Hati 2002)

--------------------------------------------------------

71. “Harta dunia jadi penggoda, membuat miskin jiwa kita”.

(Seperti Matahari - album Suara Hati 2002)

72. “Memberi itu terangkan hati, seperti matahari yang menyinari bumi”.

(Seperti Matahari - album Suara Hati 2002)

73. “Jangan heran korupsi menjadi jadi, habis itulah yang diajarkan”.

(Politik Uang – album Manusia Setengah Dewa 2004)

74. “Gelombang cinta gelombang kesadaran merobek langit yang mendung, menyongsong hari esok yang lebih baik”.

(Para Tentara – album Manusia Setengah Dewa 2004)

75. “Terhadap yang benar saja sewenang wenang, apalagi yang salah”.

(Mungkin – album Manusia Setengah Dewa 2004)

76. “Begitu mudahnya nyawa melayang, padahal tanpa diundang pun kematian pasti datang”.

(Matahari Bulan Dan Bintang – album Manusia Setengah Dewa 2004)

77. “Dunia kita satu, kenapa kita tidak bersatu?”.

(Matahari Bulan Dan Bintang – album Manusia Setengah Dewa 2004)

78. “Urus saja moralmu urus saja akhlakmu, peraturan yang sehat yang kami mau”.

(Manusia Setengah Dewa – album Manusia Setengah Dewa 2004)

79. “Di lumbung kita menabung, datang paceklik kita tak bingung”.

(Desa – album Manusia Setengah Dewa 2004)

80. “Tutup lubang gali lubang falsafah hidup jaman sekarang”.

(Dan Orde Paling Baru – album Manusia Setengah Dewa 2004)

--------------------------------------------------------

81. “Buktikan buktikan!, kalau hanya omong burung beo pun bisa”.

(Buktikan – album Manusia Setengah Dewa 2004)

82. “Dunia politik dunia bintang, dunia hura hura para binatang”.

(Asik Nggak Asik – album Manusia Setengah Dewa 2004)

83. “Dewa-dewa kerjanya berpesta, sambil nyogok bangsa manusia”.

(17 Juli 1996 – album Manusia Setengah Dewa 2004)

84. “Tanam-tanam pohon kehidupan, siram siram sirami dengan sayang, tanam tanam tanam masa depan, benalu-benalu kita bersihkan”.

(Tanam-Tanam Siram-Siram – single 2006)

85. “Ada apa gerangan mengapa mesti tergesa gesa, tak bisakah tenang menikmati bulan penuh dan bintang”.

(Haruskah Pergi – 2006)

86. “Persoalan hidup kalau diikuti tak ada habisnya, soal lama pergi soal baru datang”.

(Selancar – 2006)

87. “Jaman berubah perilaku tak berubah, orang berubah tingkah laku tak berubah”.

(Rubah – album 50:50 2007)

88. “Satu hilang seribu terbilang, patah tumbuh hilang berganti”.

(Pulanglah – album 50:50 2007)

89. “Hidup ini indah berdua semua mudah, yakinlah melangkah jangan lagi gelisah”.

(KaSaCiMa – album 50:50 2007)

90. “Tak ada yang lepas dari kematian, tak ada yang bisa sembunyi dari kematian, pasti”.

(Ikan-Ikan – album 50:50 2007)

--------------------------------------------------------

91. “Ada kamu yang mengatur ini semua tapi rasanya percuma, ada juga yang janjikan indahnya surga tapi neraka terasa”.

(Cemburu – album 50:50 2007)

92. “Hukum alam berjalan menggilas ludah, hukum Tuhan katakan “Sabar!”.

(Kemarau – uncassette)

93. “Yang pasti hidup ini keras, tabahlah terimalah”.

(Joned – uncassette)

94. “Oh negeriku sayang bangkit kembali, jangan berkecil hati bangkit kembali”.

(Harapan Tak Boleh Mati – uncassette)

95. “Oh yang ditinggalkan tabahlah sayang, ini rahmat dari Tuhan kita juga pasti pulang”.

(Harapan Tak Boleh Mati – uncassette)

96. “Tuhan ampunilah kami, ampuni dosa-dosa kami, ampuni kesombongan kami, ampuni bangsa kami, terimalah disisi-Mu korban bencana ini”.

(Saat Minggu Masih Pagi – uncassette)

97. “Nyatakan saja apa yang terasa walau pahit biasanya, jangan disimpan jangan dipendam, merdekakan jiwa”.

(Nyatakan Saja – uncassette)

98. “Usiamu tak lagi muda untuk terus terusan terjajah, jangan lagi membungkuk bungkuk agar dunia mengakuimu”.

(Merdeka – uncassette)

99. “Kau paksa kami untuk menahan luka ini, sedangkan kau sendiri telah lupa”.

(Luka Lama – uncassette)

100. “Oh Tuhan tolonglah, lindungi kami dari kekhilafan, oh ya Tuhan tolonglah, Ramadhan mengetuk hati orang orang yang gila perang”.
(Selamat Tinggal Ramadhan – uncassette) 

Sutradara

Tahap Pra Produksi

1.Interpretasi Skenario (script conference)
·         Analisa skenario yang menyangkut isi cerita, struktur dramatik, penyajian informasi,dan semua hal yang berhubungan dengan estetika dan tujuan artistik film.
·         Hasil analisa didiskusikan dengan semua Kepala Departemen (sinematografi, artistik, suara, editing) dan Produser untuk merumuskan konsep penyutradaraan film

2. Pemilihan Kru
Sutradara dan Produser memilih dan menentukan Kru yang akan terlibat di dalam produksi.

3. Casting
Sutradara menentukan dan melakukan casting terhadap para pemain utama dan pendukung yang dibantu oleh Asisten Sutradara dan Casting Director.

4. Latihan/rehearsal
·         Kepada pemain utama, sutradara menyampaikan visi dan misinya terhadap penokohan yang ada di dalam skenario, lalu mendiskusikannya dengan tujuan untuk membangun kesamaan persepsi karakter tokoh antara sutradara dan pemain utama.
·         Sutradara melakukan pembacaan skenario (reading) bersama seluruh pemain untuk membaca bagian dari dialog dan action pemain masing-masing.
·         Sutradara melakukan latihan pemeranan dengan pemain utama.
·         Sutradara melakukan evaluasi terhadap hasil latihan pemeranan yang telah direkam sebelumnya.

5. Hunting
·         Hunting lokasi bersama Penata Fotografi, Penata Artistik, Asisten Sutradara, dan Manajer Produksi.
·         Menentukan lokasi yang akan digunakan shooting berdasarkan diskusi dengan Penata Fotografi, Penata Artistik, dan Penata Suara.
·         Sutradara memastikan lokasi berdasarkan semua aspek teknis.

6. Perencanaan shot dan blocking/planning coverage dan staging
·         Sutradara merumuskan dan menyusun director shot pada setiap scene yang ada di skenario.
·         Sutradara membuat ilustrasi staging pemain dan peletakan kamera ke dalam bentuk floorplan.
·         Sutradara membuat storyboard dibantu oleh storyboard artist.



7. Praproduksi Final (Final Preproduction)
Sutradara melakukan diskusi/evaluasi bersama-sama dengan crew dan pemain utama untuk persiapan shooting yang terkait dengan teknis penyutradaraan dan artistik.

Tahap Produksi
·         Berdasarkan breakdown shooting, sutradara menjelaskan adegannya kepada Astradara (Asisten Sutradara) dan Kru utama lainnya tentang urutan shot yang akan diambil (take).
·         Mengkoordinasikan kepada Astrada untuk melakukan latihan blocking pemain yang disesuaikan dengan blocking kamera.
·         Sutradara memberikan pengarahan terhadap pemain apabila dirasa kurang dalam akting.
·         Sutradara mengambil keputusan yang cepat dan tepat dalam hal kreatif apabila ada persoalan di lapangan.
·         Melihat hasil shooting.

Tahap Pascaproduksi
·         Bila ada catatan khusus dari laboratorium (untuk produksi film) atau Editor, Sutradara melihat dan mengevaluasi hasil shooting/materi editing.
·         Melihat dan mendiskusikan dengan Editor hasil rought cut dan fine cut.
·         Melakukan evaluasi tahap akhir dan diskusi dengan penata musik tentang ilustrasi musik yang telah dikonsepkan terlebih dulu pada saat praproduksi. 
·         Melakukan evaluasi dan diskusi jalannya mixing berdasarkan konsep suara yang telah ditentukan pada saat praproduksi.
·         Berdasarkan konsep warna yang telah ditentukan pada saat praproduksi, Sutradara melakukan koreksi warna di laboratorium/studio, setelah berdiskusi dengan Produser dan Penata Fotografi.





Catatan Sarasehan Asisten Sutradara, Yogyakarta, 23 Oktober 2009

Pada tanggal 23 Oktober 2009, para praktisi dan penggiat komunitas film Yogyakarta menyelenggarakan “Sarasehan Astrada”. Melalui sarasehan ini, hadirin diharapkan dapat beramah tamah, saling mengenal dan bertukar info seputar kegiatan audio visual serta berbagi pengalaman di antara pekerja film di Yogyakarta.
Sarasehan Astrada yang sedianya dijadwalkan pada pukul 19.00-21.00 WIB, pada pelaksanaannya  dimulai pukul 19.15 WIB dan selesai pada pukul 21.05 WIB. Acara tersebut dihadiri 36 orang terdiri dari mahasiswa perwakilan beberapa kine klub perguruan tinggi , a.l.: UGM, AKINDO, AMIKOM, UNPROK, UPN, UIN, MMTC dan UMY. Namun hanya 4 orang yang sudah (atau pernah) berperan sebagai  astrada dalam produksi audio visual, yaitu:  Bayu “Gondrong”, Giras Basuwondo, Miko Akindo dan Yoseph “Cecep” Anggi, dan hanya 2 orang yang sedang mempersiapkan produksi film pendek dan dipercaya kelompoknya menjadi astrada, yakni: Sidiq UMY dan  Januar Teknik UGM.  
Acara berlangsung santai tanpa pemakalah dan bersifat terbuka, dimana masing-masing hadirin secara bertanggung jawab dan sopan mengemukakan hal yang ingin dibahas atau ditanyakan. Dalam sarasehan ini yang bertindak sebagai moderator adalah Senoaji Julius.  
Tanya-jawab dalam Sarasehan Astrada berkisar pada:

1.       Motivasi dan peranan Astrada
Melalui diskusi, diungkapkan bahwa ada yang menjadi Astrada karena itulah posisi kerja yang dikenal sejak pertama kali berproduksi film pendek. Lain halnya dengan sejumlah pendapat, bahwa posisi astrada adalah POSISI TERBAIK untuk BELAJAR seluk beluk kerja kreatif film.
Tugas-tugas Astrada menyebabkan seorang Astrada harus tahu dan paham KINERJA departemen lain sekaligus menjadikan seorang Astrada harus mampu melakukan KOMUNIKASI KERJA yang baik dengan departemen lain. Beberapa hadirin dalam sarasehan menggunakan istilah “motor penggerak shooting” sebagai gambaran peran Astrada.

2.       Tugas pokok Astrada
Bayu, Giras, Miko dan Cecep bergantian menjawab dan menerangkan tugas pokok Astrada baik teori yang pernah didapat maupun pengalaman masing-masing di lapangan. Terdapat hal teknis dan nonteknis mengenai tugas pokok astrada.
Tugas pokok Astrada secara teknis adalah menyusun shooting schedule, call sheet, menyiapkan cast, directing extras.
Secara non teknis, terkait penyusunan shooting schedule, seorang Astrada dituntut mampu MENCARI INPUT dari berbagai departemen baik kreatif maupun manajemen guna merangkai waktu terbaik shooting. Cecep mencontohkan:
Astrada harus dapat menyusun jadwal take terbaik pada saat ada permintaan:
Sutradara memprioritaskan mood pada tingkat kerumitan adegan, sementara DOP mengingatkan kondisi pencahayaan pagi dan siang, sementara Art Director memerlukan waktu yang cukup untuk mengerjakan set, property dll, sementara Asisten Produser / Manajer lokasi menekankan terbatasnya ijin waktu dan tempat, dst.
Tugas Non teknis lain Astrada adalah mengatur tempo kerja (filming progress) dan melakukan cek ulang tiap-tiap unit agar siap untuk take selanjutnya (maintaining order).


3.       Pemilihan  Astrada
Giras mengungkapkan bahwa pemilihan astrada, pada umumnya, berangkat dari berkenalan  dan berteman dengan sutradara hingga si sutradara menawarkan kesempatan untuk menjadi asistennya. Dalam hal ini, beberapa hadirin membenarkan pendapat tersebut. Hadirin lainnya, diam karena tak tahu.

4.       Tips n Tricks Astrada
STAMINA - olahraga sehingga stamina fisik kuat! Terutama bagian kaki!
BERLATIH MENGHITUNG WAKTU - sangat berguna untuk menyusun shooting schedule.
BIASAKAN MENCATAT - catat hal sekecil apapun.
KOMUNIKASI - berlatih menyampaikan sesuatu secara EFISIEN dan EFEKTIF.
TEGAS dan PEDE - dalam menyampaikan sebuah keputusan di lapangan, agar kru tidak ragu menjalankannya.
SABAR dan TEGAR - Giras menggarisbawahi, bahwa pekerja film umumnya sulit menahan mulut untuk tidak berkomentar (sering “jorok”).
CHECK n RECHECK - biasakan bertanya untuk mengecek ulang.

Lain-lain
Diskusi tidak membahas detail mengenai fee seorang Astrada, karena nominal bayaran tersebut sangat dipengaruhi oleh besaran nilai produksi dan memang tidak ada standarisasi. Hal lain yang dikemukakan adalah sedikitnya minat terhadap posisi Astrada di Yogyakarta, dan dari beberapa teman yang sudah berproduksi, mereka mengaku sulit menemukan Astrada yang bekerja dengan baik dan ulet.